Bahagian 1
Section 1
Pengenalan Surah
Introduction
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ٤
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya)." — At-Tin 95:4
"We have certainly created man in the best of stature." — At-Tin 95:4
Surah At-Tin diturunkan di Mekah pada peringkat awal kenabian, sebagai jawapan kepada orang-orang musyrik Mekah yang meragui kemuliaan manusia dan menafikan balasan di akhirat. Allah ﷻ menegaskan bahawa manusia diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna, namun mereka yang ingkar akan dijatuhkan ke tahap yang paling rendah.
Surah At-Tin was revealed in Makkah early in the Prophethood, in reply to the Makkan polytheists who doubted human dignity and denied the Recompense. Allah affirms that man was created in the most perfect form, yet those who reject faith will be brought down to the lowest level.
Menurut para ulama tafsir, surah ini mengandungi sumpah Allah yang agung dengan empat perkara: buah tin, buah zaitun, Bukit Tursina, dan kota Mekah yang aman — semuanya menjadi saksi kemuliaan kejadian manusia.
According to the exegetes, the surah contains Allah's great oath by four things: the fig, the olive, Mount Sinai and the secure city of Makkah — all witnesses to the nobility of human creation.
Tema Utama Surah
Main Themes
- ① Sumpah Allah dengan tempat-tempat mulia dan para nabi.
- ② Kemuliaan kejadian manusia (ahsani taqwim).
- ③ Kejatuhan manusia akibat kufur dan derhaka.
- ④ Kecualian bagi orang beriman dan beramal soleh.
- ⑤ Kepastian balasan Allah Yang Maha Adil.
- ⑥ Kaitan sains dengan kesempurnaan biologi manusia.
- ① Allah's oath by noble places linked to the prophets.
- ② The nobility of human creation (ahsani taqwim).
- ③ Man's fall through disbelief and disobedience.
- ④ The exception for those who believe and do good.
- ⑤ The certainty of recompense from Allah the Most Just.
- ⑥ Science and the perfection of human biology.
| Nama Surah (Arab) | سُورَةُ التِّينِ |
| Makna Nama | Buah Tin |
| Nama Lain | Surah Wat-Tin |
| Nombor Surah | 95 |
| Bilangan Ayat | 8 ayat |
| Juzuk | 30 (Juz 'Amma) |
| Jenis Wahyu | Makkiyyah (diturunkan di Makkah) |
| Surah Sebelum / Selepas | Al-Insyiraah (94) / Al-'Alaq (96) |
| Surah Name (Arabic) | سُورَةُ التِّينِ |
| Meaning | The Fig |
| Other Name | Surah Wat-Tin |
| Surah Number | 95 |
| Total Verses | 8 verses |
| Juz | 30 (Juz 'Amma) |
| Revelation | Makkan (revealed in Makkah) |
| Previous / Next Surah | Al-Inshirah (94) / Al-'Alaq (96) |
Bahagian 2
Section 2
Teks Penuh & Terjemahan
Full Text & Translation
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ayat 1
Verse 1
وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ ١
"Demi buah Tiin dan Zaitun"
"By the fig and the olive,"
Ayat 2
Verse 2
وَطُورِ سِينِينَ ٢
"Dan Gunung Tursina"
"and by Mount Sinai,"
Ayat 3
Verse 3
وَهَـٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ ٣
"Serta negeri (Makkah) yang aman ini"
"and by this secure city (Makkah)!"
Ayat 4
Verse 4
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ٤
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya)."
"We have certainly created man in the best of stature."
Ayat 5
Verse 5
ثُمَّ رَدَدْنَـٰهُ أَسْفَلَ سَـٰفِلِينَ ٥
"Kemudian (jika ia panjang umur sehingga tua atau menyalahgunakan kelengkapan itu), Kami kembalikan dia ke serendah-rendah peringkat orang-orang yang rendah"
"Then We return him to the lowest of the low,"
Ayat 6
Verse 6
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ٦
"Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka beroleh pahala yang tidak putus-putus."
"except those who believe and do righteous deeds — for them is a reward never cut off."
Ayat 7
Verse 7
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ ٧
"(Jika demikian kekuasaanKu), maka apa pula yang menjadikan engkau seorang pendusta, (berkata tidak benar) mengenai hari pembalasan, sesudah (ternyata dalil-dalil yang membuktikan kekuasaanKu mengadakan hari pembalasan) itu?"
"So what makes you deny the Recompense after this?"
Ayat 8
Verse 8
أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَـٰكِمِينَ ٨
"Bukankah Allah (yang demikian kekuasaanNya) seadil-adil Hakim?"
"Is not Allah the most just of judges?"
📝 Nota: Terjemahan Bahasa Melayu: Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (Abdullah Muhammad Basmeih), JAKIM. Terjemahan Inggeris ialah terjemahan ringkas maksud ayat.
📝 Note: The Malay translation follows Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (Abdullah Muhammad Basmeih), JAKIM. The English is a concise rendering of the meaning.
Bahagian 3
Section 3
Tafsir Surah At-Tin
Commentary on Surah At-Tin
3.1 Sumpah Allah yang Agung (Ayat 1–3)
3.1 Allah's Great Oath (Verses 1–3)
وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ ١
"Demi buah Tiin dan Zaitun" — At-Tin 95:1
"By the fig and the olive," — At-Tin 95:1
وَطُورِ سِينِينَ ٢
"Dan Gunung Tursina" — At-Tin 95:2
"and by Mount Sinai," — At-Tin 95:2
وَهَـٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ ٣
"Serta negeri (Makkah) yang aman ini" — At-Tin 95:3
"and by this secure city (Makkah)!" — At-Tin 95:3
Allah ﷻ bersumpah dengan empat perkara yang agung: buah tin, buah zaitun, Bukit Tursina, dan kota Mekah yang aman. Para ulama menafsirkan bahawa buah tin dan zaitun merujuk kepada bumi Syam dan Baitulmaqdis — tempat Nabi Isa عَلَيْهِ السَّلَامُ; Bukit Tursina ialah tempat Allah berbicara dengan Nabi Musa عَلَيْهِ السَّلَامُ; dan Mekah ialah tempat kelahiran dan kenabian Rasulullah ﷺ. Tempat-tempat suci ini dijadikan saksi kepada kebenaran firman-Nya.
Allah swears by four great things: the fig, the olive, Mount Sinai and secure Makkah. Scholars explain that the fig and olive refer to the land of Sham and Jerusalem — associated with the Prophet 'Isa; Mount Sinai is where Allah spoke to Musa; and Makkah is where the Prophet ﷺ was born and received prophethood. These sacred places are made witnesses to the truth of His word.
3.2 Penciptaan Manusia yang Sempurna (Ayat 4)
3.2 The Perfect Creation of Man (Verse 4)
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ٤
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya)." — At-Tin 95:4
"We have certainly created man in the best of stature." — At-Tin 95:4
Inilah jawab sumpah yang paling agung dalam surah ini. Perkataan taqwim membawa maksud keseimbangan, kesempurnaan bentuk dan keindahan susunan — merangkumi kesempurnaan fizikal (tubuh yang seimbang dan tegak), kesempurnaan akal (berfikir, merancang dan mencipta), dan kesempurnaan ruhani (fitrah yang cenderung kepada kebaikan). Ibn Kathir menafsirkan ayat ini sebagai bukti kemuliaan manusia berbanding makhluk lain.
This is the answer to the oath. Taqwim means balance, perfection of form and beauty of arrangement — covering physical perfection (a balanced, upright body), intellectual perfection (thinking, planning, creating) and spiritual perfection (a nature inclined to good). Ibn Kathir explains the verse as proof of man's honour above other creatures.
3.3 Kejatuhan Akibat Kufur (Ayat 5)
3.3 The Fall Through Disbelief (Verse 5)
ثُمَّ رَدَدْنَـٰهُ أَسْفَلَ سَـٰفِلِينَ ٥
"Kemudian (jika ia panjang umur sehingga tua atau menyalahgunakan kelengkapan itu), Kami kembalikan dia ke serendah-rendah peringkat orang-orang yang rendah" — At-Tin 95:5
"Then We return him to the lowest of the low," — At-Tin 95:5
Walaupun diciptakan sempurna, manusia boleh jatuh ke tempat paling rendah apabila menolak iman dan mengikut hawa nafsu. Sebahagian ulama menafsirkan asfala safilin sebagai neraka, dan sebahagian lagi sebagai keadaan tua yang paling lemah. Ayat ini mengandungi amaran bahawa kemuliaan penciptaan tidak menjamin kemuliaan di sisi Allah jika seseorang mengingkari nikmat dan perintah-Nya.
Though created perfect, man can fall to the lowest place by rejecting faith and following desire. Some scholars interpret asfala safilin as the Fire, others as the frailest old age. The verse warns that a noble creation does not guarantee honour with Allah if one denies His blessings and commands.
3.4 Pengecualian bagi Mukmin (Ayat 6)
3.4 The Exception for Believers (Verse 6)
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ٦
"Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka beroleh pahala yang tidak putus-putus." — At-Tin 95:6
"except those who believe and do righteous deeds — for them is a reward never cut off." — At-Tin 95:6
Orang beriman yang beramal soleh tidak jatuh ke tempat paling rendah; mereka mendapat ajrun ghayru mamnun — ganjaran yang tidak putus-putus. Perkataan mamnun bermaksud terputus atau berkurangan, menunjukkan pahala mukmin kekal walaupun hayat mereka tamat.
Believers who do righteous deeds do not fall to the lowest; they receive ajrun ghayru mamnun — a reward never cut off. Mamnun means severed or diminished, showing the believer's reward continues even after life ends.
3.5 Hakikat Pembalasan & Keadilan Allah (Ayat 7–8)
3.5 The Recompense & Allah's Justice (Verses 7–8)
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ ٧
"(Jika demikian kekuasaanKu), maka apa pula yang menjadikan engkau seorang pendusta, (berkata tidak benar) mengenai hari pembalasan, sesudah (ternyata dalil-dalil yang membuktikan kekuasaanKu mengadakan hari pembalasan) itu?" — At-Tin 95:7
"So what makes you deny the Recompense after this?" — At-Tin 95:7
أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَـٰكِمِينَ ٨
"Bukankah Allah (yang demikian kekuasaanNya) seadil-adil Hakim?" — At-Tin 95:8
"Is not Allah the most just of judges?" — At-Tin 95:8
Dua ayat penutup ini mencabar setiap manusia yang masih meragui hari pembalasan. Setelah bukti-bukti kesempurnaan penciptaan, keadilan hukuman dan ganjaran bagi mukmin ditunjukkan, apakah lagi alasan untuk mendustakannya? Ahkamul hakimin bermaksud Hakim yang paling adil di antara semua yang menghukum.
These closing verses challenge anyone who still doubts the Recompense. After the proofs of perfect creation, just punishment and reward for believers, what excuse remains to deny it? Ahkam al-hakimin means the most just of all judges.
Bahagian 4
Section 4
I'jaz Ilmi — Keajaiban Kejadian Manusia
Quran & Science — The Wonder of Human Creation
4.1 Kesempurnaan Biologi Manusia
4.1 The Perfection of Human Biology
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ٤
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya)." — At-Tin 95:4
"We have certainly created man in the best of stature." — At-Tin 95:4
🧍 Fakta Sains: Manusia adalah satu-satunya mamalia yang berjalan tegak (bipedalism) secara sepenuhnya — membolehkan tangan bebas untuk mencipta dan berinteraksi.
Otak manusia membentuk kira-kira 2% berat badan tetapi menggunakan kira-kira 20% oksigen dan glukosa tubuh.
DNA dalam satu sel manusia mengandungi kira-kira 3.2 bilion pasangan bes; jika direntang panjangnya kira-kira 2 meter — tersimpan dalam nukleus berdiameter kira-kira 0.006mm.
🧍 Science: Humans are the only mammals that walk fully upright (bipedalism), freeing the hands to create and interact.
The brain is about 2% of body weight yet uses about 20% of the body's oxygen and glucose.
The DNA in one human cell holds about 3.2 billion base pairs; stretched out it measures about 2 metres — packed into a nucleus about 0.006 mm wide.
4.2 Otak & Akal: Kurniaan Tertinggi
4.2 Brain & Mind: The Highest Gift
🧠 Fakta Sains: Otak manusia mengandungi kira-kira 86 bilion neuron dengan ratusan trilion sambungan sinaptik.
Korteks prefrontal bertanggungjawab untuk perancangan, kawalan emosi dan pertimbangan moral.
Kajian neuroplastisiti menunjukkan otak boleh 'membentuk semula' dirinya melalui latihan minda seperti meditasi (Davidson et al., 2003) — prinsip yang sama dapat difahami dalam amalan zikir dan ibadah.
Penyelidikan Dr. Andrew Newberg mendapati amalan spiritual seperti doa dan meditasi mengaktifkan lobus frontal dan menurunkan aktiviti lobus parietal — dikaitkan dengan rasa tenang dan khusyuk.
🧠 Science: The human brain contains about 86 billion neurons with hundreds of trillions of synaptic connections.
The prefrontal cortex governs planning, emotional control and moral judgement.
Neuroplasticity research shows the brain can 'rewire' itself through mental training such as meditation (Davidson et al., 2003) — a principle that can be understood in dhikr and worship.
Dr Andrew Newberg found that spiritual practices such as prayer and meditation activate the frontal lobe and reduce parietal activity — linked with calm and focus.
4.3 Kejatuhan Manusia — Perspektif Psikologi
4.3 Man's Fall — A Psychological Perspective
ثُمَّ رَدَدْنَـٰهُ أَسْفَلَ سَـٰفِلِينَ ٥
"Kemudian (jika ia panjang umur sehingga tua atau menyalahgunakan kelengkapan itu), Kami kembalikan dia ke serendah-rendah peringkat orang-orang yang rendah" — At-Tin 95:5
"Then We return him to the lowest of the low," — At-Tin 95:5
💭 Kajian Psikologi: WHO menganggarkan kemurungan menjejaskan kira-kira 280 juta orang di seluruh dunia.
Viktor Frankl (logoterapi) mendapati manusia yang kehilangan makna hidup cenderung kepada kemurungan, kebimbangan dan nihilisme.
Kajian Harvard (Li et al., 2016, JAMA Psychiatry) mendapati wanita yang menghadiri ibadah secara mingguan mempunyai risiko kemurungan kira-kira 30% lebih rendah.
💭 Research: The WHO estimates depression affects about 280 million people worldwide.
Viktor Frankl (logotherapy) found that people who lose meaning in life tend toward depression, anxiety and nihilism.
A Harvard study (Li et al., 2016, JAMA Psychiatry) found women attending weekly religious services had about 30% lower risk of depression.
4.4 Amalan Soleh & Kesihatan
4.4 Righteous Deeds & Health
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ٦
"Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka beroleh pahala yang tidak putus-putus." — At-Tin 95:6
"except those who believe and do righteous deeds — for them is a reward never cut off." — At-Tin 95:6
🌿 Manfaat Amalan: Gerakan solat melibatkan pergerakan fizikal ringan yang berulang setiap hari.
Kajian autofagi Yoshinori Ohsumi (Hadiah Nobel 2016) menjelaskan mekanisme pembersihan dan pembaharuan sel, yang turut dikaitkan dengan keadaan berpuasa.
Zikir dan doa dikaitkan dengan rasa tenang dan pengurangan tekanan.
Kajian University of British Columbia (Dunn et al., 2008) mendapati memberi kepada orang lain meningkatkan kebahagiaan lebih daripada berbelanja untuk diri sendiri.
🌿 Benefits: The movements of prayer involve light, repeated physical activity every day.
Yoshinori Ohsumi's autophagy research (Nobel Prize 2016) explains how cells clean and renew themselves, a process also linked with fasting.
Dhikr and supplication are associated with calm and reduced stress.
A University of British Columbia study (Dunn et al., 2008) found giving to others increases happiness more than spending on oneself.
Bahagian 5
Section 5
Hadis Berkaitan
Related Hadith
Hadis-hadis berikut menyokong tema Surah At-Tin: kemuliaan penciptaan manusia, fitrah, amal soleh dan kepastian balasan.
The following hadith support the themes of Surah At-Tin: the honour of human creation, fitrah, righteous deeds and the certainty of recompense.
☾ Hadis 1 — Kemuliaan Penciptaan Manusia (Ayat 4)
☾ Hadith 1 — The Honour of Human Creation (Verse 4)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ هَمَّامٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ، طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا، فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ جُلُوسٌ، فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ، فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ. فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَقَالُوا السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلِ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الآنَ ".
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, daripada Nabi ﷺ:
“Allah menciptakan Adam menurut rupanya; tingginya enam puluh hasta. Setelah Dia menciptakannya, Dia berfirman: ‘Pergilah dan berilah salam kepada kumpulan malaikat yang sedang duduk itu, dan dengarkan bagaimana mereka menjawab salam kamu, kerana itulah salam kamu dan salam keturunan kamu.’ Maka Adam berkata: ‘Assalamu‘alaikum.’ Mereka menjawab: ‘Assalamu‘alaika wa rahmatullah’ — mereka menambah ‘wa rahmatullah’. Maka setiap orang yang masuk syurga adalah menurut rupa Adam, dan makhluk sentiasa berkurang (ukurannya) selepas itu hingga sekarang.”
Abu Hurairah reported that the Prophet ﷺ said: "Allah created Adam in his form, sixty cubits tall. When He created him, He said: 'Go and greet that group of angels sitting there, and listen to how they reply, for that will be your greeting and your offspring's.' He said: 'Peace be upon you.' They replied: 'Peace be upon you and the mercy of Allah' — adding 'and the mercy of Allah'. Everyone who enters Paradise will be in the form of Adam, and people have kept decreasing in stature until now."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (6227) — Kitab al-Isti'zan; juga Muslim (2841)
Sanad: Yahya bin Ja'far → 'Abdurrazzaq → Ma'mar → Hammam → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (6227) — Book of Seeking Permission; also Muslim (2841)
Chain: Yahya bin Ja'far → 'Abdurrazzaq → Ma'mar → Hammam → Abu Hurairah RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
☾ Hadis 2 — Setiap Bayi Lahir atas Fitrah (Ayat 4–5)
☾ Hadith 2 — Every Child Is Born upon Fitrah (Verses 4–5)
حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ " كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ، هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ ".
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:
“Setiap bayi yang dilahirkan adalah dalam keadaan fitrah. Maka kedua ibu bapanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi — seperti haiwan ternakan yang melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna; adakah kamu melihat padanya kecacatan?”
Abu Hurairah reported that the Prophet ﷺ said: "Every child is born upon the fitrah (natural disposition); then his parents make him a Jew, a Christian or a Magian — just as an animal gives birth to a perfect young one; do you see any part of it cut off?"
Riwayat: Sahih al-Bukhari (1385) — Kitab al-Jana'iz; juga Muslim (2658)
Sanad: Adam → Ibn Abi Dzi'b → Az-Zuhri → Abu Salamah bin 'Abdurrahman → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (1385) — Book of Funerals; also Muslim (2658)
Chain: Adam → Ibn Abi Dzi'b → Az-Zuhri → Abu Salamah bin 'Abdurrahman → Abu Hurairah RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
☾ Hadis 3 — Amalan Soleh Jalan Keselamatan (Ayat 6)
☾ Hadith 3 — Righteous Deeds Are the Path to Safety (Verse 6)
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِي بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَىْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ، يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ ".
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda bahawa Allah Ta‘ala berfirman:
“Sesiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengisytiharkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku fardukan ke atasnya. Dan hamba-Ku sentiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunat sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya, penglihatannya yang dia melihat dengannya, tangannya yang dia memegang dengannya, dan kakinya yang dia berjalan dengannya. Jika dia meminta kepada-Ku, pasti Aku memberinya; jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku melindunginya...”
Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah ﷺ said that Allah said: "Whoever shows enmity to a friend of Mine, I declare war on him. My servant draws near to Me with nothing more beloved to Me than what I have made obligatory, and he keeps drawing near with voluntary deeds until I love him. When I love him, I become his hearing with which he hears, his sight with which he sees, his hand with which he grasps and his foot with which he walks. If he asks Me, I will surely give him; if he seeks My protection, I will surely protect him..."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (6502) — Kitab ar-Riqaq (Hadis Qudsi)
Sanad: Muhammad bin 'Uthman → Khalid bin Makhlad → Sulaiman bin Bilal → Syarik bin 'Abdillah bin Abi Namir → 'Ata' → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (6502) — Book of Softening the Heart (Hadith Qudsi)
Chain: Muhammad bin 'Uthman → Khalid bin Makhlad → Sulaiman bin Bilal → Syarik bin 'Abdillah bin Abi Namir → 'Ata' → Abu Hurairah RA
✔ Sahih
☾ Hadis 4 — Lima Perkara yang Membinasakan (Ayat 5)
☾ Hadith 4 — Five Things That Bring Ruin (Verse 5)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَبُو أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ أَبِي مَالِكٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ فَقَالَ " يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا . وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤُنَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ . وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ . وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ " .
Daripada ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنهما: Rasulullah ﷺ datang menghadap kami lalu bersabda:
“Wahai golongan Muhajirin, ada lima perkara — apabila kamu diuji dengannya, dan aku berlindung kepada Allah agar kamu tidak mengalaminya: Tidaklah perbuatan keji tersebar dalam sesuatu kaum sehingga mereka melakukannya secara terang-terangan, melainkan akan tersebar dalam kalangan mereka wabak taun dan penyakit-penyakit yang belum pernah berlaku pada generasi sebelum mereka. Tidaklah mereka mengurangi sukatan dan timbangan, melainkan mereka ditimpa kemarau, kesempitan hidup dan kezaliman pemerintah. Tidaklah mereka menahan zakat harta mereka, melainkan ditahan hujan dari langit — kalaulah bukan kerana binatang ternakan, nescaya mereka tidak diturunkan hujan. Tidaklah mereka melanggar perjanjian Allah dan Rasul-Nya, melainkan Allah menguasakan ke atas mereka musuh dari luar lalu merampas sebahagian milik mereka. Dan selagi pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitab Allah, melainkan Allah menjadikan pertelingkahan sesama mereka.”
'Abdullah bin 'Umar said: The Messenger of Allah ﷺ turned to us and said: "O Muhajirun, there are five things with which you will be tested — and I seek refuge with Allah lest you live to see them: immorality never spreads openly among a people but plague and diseases unknown to their forebears spread among them; they do not cheat in measure and weight but they are struck by drought, hardship and oppressive rulers; they do not withhold zakah but rain is withheld from them — were it not for the animals, it would not rain; they do not break the covenant of Allah and His Messenger but Allah sets an outside enemy over them who seizes some of what they have; and unless their leaders rule by the Book of Allah, Allah makes them fight one another."
Riwayat: Sunan Ibn Majah (4019) — Kitab al-Fitan
Sanad: Mahmud bin Khalid ad-Dimasyqi → Sulaiman bin 'Abdurrahman Abu Ayyub → Ibn Abi Malik → bapanya → 'Ata' bin Abi Rabah → 'Abdullah bin 'Umar RA
Narrated in: Sunan Ibn Majah (4019) — Book of Tribulations
Chain: Mahmud bin Khalid ad-Dimasyqi → Sulaiman bin 'Abdurrahman Abu Ayyub → Ibn Abi Malik → his father → 'Ata' bin Abi Rabah → 'Abdullah bin 'Umar RA
✔ Hasan (al-Albani)
☾ Hadis 5 — Keutamaan Iman dan Amal Soleh (Ayat 6)
☾ Hadith 5 — The Virtue of Faith and Good Deeds (Verse 6)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ ﷺ أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ " إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ". قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ " جِهَادٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ". قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ " حَجٌّ مَبْرُورٌ ".
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه: Nabi ﷺ ditanya: “Amalan apakah yang paling utama?” Baginda bersabda: “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ditanya lagi: “Kemudian apa?” Baginda bersabda: “Berjihad di jalan Allah.” Ditanya lagi: “Kemudian apa?” Baginda bersabda: “Haji yang mabrur.”
Abu Hurairah said: The Prophet ﷺ was asked: "Which deed is best?" He said: "Faith in Allah and His Messenger." "Then what?" "Striving in the path of Allah." "Then what?" "An accepted Hajj."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (1519) — Kitab al-Hajj; juga Muslim (83)
Sanad: 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah → Ibrahim bin Sa'd → Az-Zuhri → Sa'id bin al-Musayyib → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (1519) — Book of Hajj; also Muslim (83)
Chain: 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah → Ibrahim bin Sa'd → Az-Zuhri → Sa'id bin al-Musayyib → Abu Hurairah RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
Bahagian 6
Section 6
Panduan Amali Harian & Doa
Daily Practice & Supplication
① Syukuri Kesempurnaan Penciptaan Diri
① Be Grateful for Your Perfect Creation
- Mulakan hari dengan doa bangun tidur dan bersyukur atas nikmat kesihatan.
- Jaga tubuh badan sebagai amanah Allah — pemakanan sihat, senaman dan tidur yang mencukupi.
- Renungkan keajaiban tubuh setiap hari: degupan jantung, pernafasan dan fungsi otak.
- Begin the day with the waking supplication and thank Allah for good health.
- Care for the body as a trust from Allah — healthy food, exercise and enough sleep.
- Reflect daily on the wonders of the body: the heartbeat, breathing and the brain.
② Pelihara Iman Agar Tidak Jatuh
② Guard Your Faith Against the Fall
- Solat lima waktu tepat pada waktunya — tiang utama yang menjaga manusia daripada asfala safilin.
- Baca Al-Qur’an setiap hari walaupun beberapa ayat.
- Jauhi perbuatan yang merosakkan fitrah: zina, arak, judi, riba dan penipuan.
- Kekalkan silaturrahim.
- Pray the five daily prayers on time — the main pillar protecting man from asfala safilin.
- Read the Qur'an daily, even a few verses.
- Avoid what corrupts the fitrah: fornication, alcohol, gambling, usury and fraud.
- Maintain family ties.
③ Beramal Soleh Secara Konsisten
③ Do Good Deeds Consistently
- Amalkan sedekah harian walaupun sedikit.
- Bantu orang lain dengan kemahiran dan masa.
- Sebarkan ilmu yang bermanfaat — amal jariah yang berterusan.
- Ajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an dan solat.
- Give a little charity daily.
- Help others with your skills and time.
- Spread beneficial knowledge — a lasting good deed.
- Teach children to read the Qur'an and pray.
④ Yakin Akan Keadilan Allah
④ Trust in Allah's Justice
- Jangan berputus asa ketika susah — Allah adalah Hakim Yang Maha Adil.
- Setiap amalan, besar atau kecil, akan dibalas dengan setimpal.
- Ingat bahawa pahala mukmin adalah ghayru mamnun — tidak akan terputus.
- Do not despair in hardship — Allah is the Most Just Judge.
- Every deed, great or small, will be fairly repaid.
- Remember the believer's reward is ghayru mamnun — never cut off.
Penutup & Doa
Closing & Supplication
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ٢٠١
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab api neraka." — Al-Baqarah 2:201
"Our Lord, give us good in this world and good in the Hereafter, and protect us from the punishment of the Fire." — Al-Baqarah 2:201