Bahagian 1
Section 1
Prakata & Maklumat Asas
Introduction & Basic Information
وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ ١
"Demi langit dan bintang yang mengetuk (pada waktu malam)," — At-Tariq 86:1
"By the sky and the night comer —" — At-Tariq 86:1
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلطَّارِقُ ٢
"Dan apakah yang memberitahumu apakah bintang yang mengetuk itu?" — At-Tariq 86:2
"And what can make you know what is the night comer?" — At-Tariq 86:2
ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ ٣
"Iaitu bintang yang cahayanya menembus (kegelapan malam)." — At-Tariq 86:3
"It is the piercing star —" — At-Tariq 86:3
eBook ini merupakan sebahagian daripada "Siri eBook Al-Qur’an: Sains & Kesihatan" yang menganalisis Surah At-Tariq — surah ke-86 dalam Al-Qur’an. Surah yang terdiri daripada 17 ayat ini mengandungi pelbagai tema agung: sumpah kosmik tentang bintang yang mengetuk di malam hari, penciptaan manusia daripada air yang terpancar, dan kepastian kebangkitan semula setelah kematian.
This eBook is part of the Quran eBook Series: Science & Health, analysing Surah At-Tariq — the 86th surah of the Qur'an. Its 17 verses contain great themes: cosmic oaths, the guardian over every soul, the origin of human creation, the Resurrection, and the Qur'an as the decisive word.
Surah At-Tariq termasuk dalam surah-surah Makkiyyah yang awal diturunkan. Ia menggunakan sumpah kosmik yang kuat untuk menegakkan hujah tentang kekuasaan Allah ﷻ, kepastian kebangkitan semula, dan kebenaran Al-Qur’an al-Karim.
Surah At-Tariq is among the early Makkan surahs. It uses powerful cosmic oaths to establish the argument for Allah's power, the certainty of the Resurrection, and the truth of the Qur'an.
| Nama Surah (Arab) | سُورَةُ الطَّارِقِ |
| Makna Nama | Bintang Malam yang Mengetuk |
| Nama Lain | As-Sama' wat-Tariq; As-Sama' wath-Thaqib |
| Nombor Surah | 86 |
| Bilangan Ayat | 17 ayat |
| Kategori | Makkiyyah (diturunkan di Makkah) |
| Juzuk | 30 (Juz 'Amma) |
| Urutan Penurunan | Ke-36 — selepas Al-Balad, sebelum Al-Qamar |
| Surah Name (Arabic) | سُورَةُ الطَّارِقِ |
| Meaning | The Night Comer |
| Other Names | As-Sama' wat-Tariq; As-Sama' wath-Thaqib |
| Surah Number | 86 |
| Total Verses | 17 verses |
| Type | Makkan (revealed in Makkah) |
| Juz | 30 (Juz 'Amma) |
| Order of Revelation | 36th — after Al-Balad, before Al-Qamar |
Bahagian 3
Section 3
Tafsir Tematik
Thematic Commentary
3.1 Sumpah Demi Langit dan Bintang yang Mengetuk (Ayat 1–3)
3.1 The Oath by the Sky and the Night Comer (Verses 1–3)
وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ ١
"Demi langit dan bintang yang mengetuk (pada waktu malam)," — At-Tariq 86:1
"By the sky and the night comer —" — At-Tariq 86:1
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلطَّارِقُ ٢
"Dan apakah yang memberitahumu apakah bintang yang mengetuk itu?" — At-Tariq 86:2
"And what can make you know what is the night comer?" — At-Tariq 86:2
ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ ٣
"Iaitu bintang yang cahayanya menembus (kegelapan malam)." — At-Tariq 86:3
"It is the piercing star —" — At-Tariq 86:3
Allah ﷻ bersumpah dengan langit dan "At-Tariq" — sesuatu yang datang dan mengetuk pada waktu malam. Kata "Thaqib" bermaksud yang mengebor atau menembusi — menggambarkan cahaya bintang yang terang menembus kegelapan malam. Para ulama menyatakan ia merujuk kepada bintang-bintang yang bercahaya terang di langit malam.
Allah swears by the sky and "at-Tariq" — that which comes and knocks at night. "Thaqib" means piercing or boring through — depicting the bright light of a star piercing the darkness. The scholars say it refers to the brightly shining stars of the night sky.
3.2 Setiap Jiwa Mempunyai Penjaga (Ayat 4)
3.2 Every Soul Has a Guardian (Verse 4)
إِن كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ ٤
"Sesungguhnya tidak ada satu jiwa pun melainkan ada ke atasnya penjaga (yang mengawasi)." — At-Tariq 86:4
"There is no soul but that it has over it a protector." — At-Tariq 86:4
Ini adalah respons kepada sumpah di atas. Sebagaimana setiap bintang mempunyai penjaga dari Allah, demikian juga setiap jiwa manusia mempunyai malaikat penjaga (hafizh) yang sentiasa mengawasi dan mencatat setiap perbuatan. Para ulama bersepakat bahawa "hafizh" di sini merujuk kepada malaikat Kiraman Katibin — malaikat pencatat amal yang duduk di sebelah kanan dan kiri setiap manusia.
This is the answer to the oath: just as the stars are under Allah's care, every human soul has a guardian angel watching over it and recording every deed.
3.3 Penciptaan Manusia dan Kebangkitan Semula (Ayat 5–8)
3.3 Human Creation and the Resurrection (Verses 5–8)
فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ٥
"Maka hendaklah manusia memerhatikan dari apakah dia diciptakan." — At-Tariq 86:5
"So let man observe from what he was created." — At-Tariq 86:5
خُلِقَ مِن مَّآءٍ دَافِقٍ ٦
"Dia diciptakan dari air yang terpancar (dengan deras)." — At-Tariq 86:6
"He was created from a fluid, ejected," — At-Tariq 86:6
يَخْرُجُ مِنۢ بَيْنِ ٱلصُّلْبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ٧
"Yang keluar dari antara tulang belakang dan tulang dada." — At-Tariq 86:7
"Emerging from between the backbone and the ribs." — At-Tariq 86:7
إِنَّهُۥ عَلَىٰ رَجْعِهِۦ لَقَادِرٌ ٨
"Sesungguhnya Dia (Allah) berkuasa untuk mengembalikannya (membangkitkannya semula)." — At-Tariq 86:8
"Indeed, Allah, to return him [to life], is Able." — At-Tariq 86:8
Allah menyeru manusia untuk merenungkan asal usul penciptaan mereka. "Ma' Dafiq" (air yang terpancar) merujuk kepada air mani. "Antara sulb (tulang belakang) dan tara'ib (tulang dada)" merujuk kepada kawasan anatomi di mana sistem reproduktif berasal. Kemudian Allah menegaskan: Dia yang mampu mencipta manusia dari setitik air sudah pasti berkuasa membangkitkan manusia kembali selepas kematian.
Allah calls people to reflect on their origin: "ma' dafiq" (a gushing fluid) refers to seminal fluid, emerging "from between the backbone and the ribs". He who can create man from a drop of fluid is surely able to bring him back after death.
3.4 Hari Diuji Segala Rahsia (Ayat 9–10)
3.4 The Day Secrets Are Exposed (Verses 9–10)
يَوْمَ تُبْلَى ٱلسَّرَآئِرُ ٩
"Pada hari diuji segala rahsia (yang tersembunyi dalam hati)," — At-Tariq 86:9
"The Day when secrets will be put on trial," — At-Tariq 86:9
فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ ١٠
"Maka tiadalah baginya sebarang kekuatan dan tiada pula penolong." — At-Tariq 86:10
"Then man will have no power or any helper." — At-Tariq 86:10
"Tublal sara'ir" — hari di mana segala yang tersembunyi dalam hati manusia akan didedahkan. Segala niat, amalan sulit, dan rahsia yang disembunyikan dari manusia tidak akan tersembunyi dari Allah. Pada hari itu, seseorang tidak akan memiliki kekuatan mahupun penolong — hanya amalan soleh yang akan memberi manfaat.
"Tubla as-sara'ir" — the Day when everything hidden in the heart is exposed: intentions, secret deeds and concealments will not be hidden from Allah. On that Day a person will have no strength and no helper.
3.5 Sumpah Kedua dan Kemenangan Al-Quran (Ayat 11–17)
3.5 The Second Oath and the Victory of the Qur'an (Verses 11–17)
وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجْعِ ١١
"Demi langit yang mengandungi hujan (yang berulang-ulang datang)," — At-Tariq 86:11
"By the sky which returns [rain]" — At-Tariq 86:11
وَٱلْأَرْضِ ذَاتِ ٱلصَّدْعِ ١٢
"Dan demi bumi yang terbelah (menumbuhkan tumbuhan)." — At-Tariq 86:12
"And [by] the earth which cracks open," — At-Tariq 86:12
إِنَّهُۥ لَقَوْلٌ فَصْلٌ ١٣
"Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah perkataan yang memisahkan (hak dan batil)," — At-Tariq 86:13
"Indeed, the Qur'an is a decisive statement," — At-Tariq 86:13
وَمَا هُوَ بِٱلْهَزْلِ ١٤
"Dan ia bukanlah kata-kata yang sia-sia (main-main)." — At-Tariq 86:14
"And it is not amusement." — At-Tariq 86:14
إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا ١٥
"Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) itu merancang tipu daya dengan bersungguh-sungguh," — At-Tariq 86:15
"Indeed, they are planning a plan," — At-Tariq 86:15
وَأَكِيدُ كَيْدًا ١٦
"Dan Aku (Allah) pun merancang tipu daya yang sempurna." — At-Tariq 86:16
"But I am planning a plan." — At-Tariq 86:16
فَمَهِّلِ ٱلْكَٰفِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا ١٧
"Maka beri tangguhlah kepada orang-orang kafir itu — biarkan mereka seketika (sahaja)." — At-Tariq 86:17
"So allow time for the disbelievers. Leave them awhile." — At-Tariq 86:17
"As-Sama' Dhatir-Raj'" — langit yang mempunyai kitaran. Ini merujuk kepada kitaran hujan — kitar hidrologi yang diukur secara saintifik pada abad ke-17 Masihi. Al-Qur’an menggunakan perkataan "raj'" yang tepat bermaksud "kembali/berulang" — menggambarkan proses air yang naik dan turun kembali.
"The sky which returns" — Ibn 'Abbas explained it as the sky that returns rain again and again; this is in harmony with the water cycle, in which water rises and comes back down.
Surah berakhir dengan menegaskan bahawa Al-Qur’an adalah "Qawlun Fasl" — perkataan yang tegas memisahkan kebenaran dari kebatilan. Bukan gurauan. Orang-orang kafir merancang tipu daya — namun rancangan Allah adalah lebih besar.
The surah ends by affirming that the Qur'an is "qawlun fasl" — a decisive word separating truth from falsehood, not a jest. The disbelievers plot, but Allah's plan is greater — so give them respite for a while.
Bahagian 4
Section 4
I'jaz Ilmi — Sains & Kesihatan
Quran & Science
⚠️ Nota: Surah At-Tariq mengandungi sekurang-kurangnya tiga tema saintifik utama yang menarik untuk direnungkan bersama penemuan sains moden, dengan tafsir ulama muktabar tetap didahulukan.
⚠️ Note: Surah At-Tariq contains at least three scientific themes that are interesting to reflect on alongside modern science, with the tafsir of recognised scholars always coming first.
4.1 Pulsar: Bintang yang "Mengetuk"?
4.1 Pulsars: "Knocking" Stars?
وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ ١
"Demi langit dan bintang yang mengetuk (pada waktu malam)," — At-Tariq 86:1
"By the sky and the night comer —" — At-Tariq 86:1
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلطَّارِقُ ٢
"Dan apakah yang memberitahumu apakah bintang yang mengetuk itu?" — At-Tariq 86:2
"And what can make you know what is the night comer?" — At-Tariq 86:2
ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ ٣
"Iaitu bintang yang cahayanya menembus (kegelapan malam)." — At-Tariq 86:3
"It is the piercing star —" — At-Tariq 86:3
🔭 Fakta Sains: Pulsar (Pulsating Star) ialah bintang neutron yang memancarkan sinaran elektromagnetik secara berdenyut (pulsed) dengan frekuensi amat tepat. Ia ditemui oleh Jocelyn Bell Burnell pada tahun 1967 — 1,400 tahun selepas Al-Qur’an diturunkan. Setiap pulsar berputar antara 1 hingga 700 kali sesaat dan memancarkan sinaran yang "mengetuk" kegelapan angkasa seperti jam astronomi yang paling tepat di alam semesta.
🔭 Science: A pulsar is a neutron star emitting electromagnetic radiation in precise pulses. It was discovered by Jocelyn Bell Burnell in 1967. Pulsars rotate from about once to several hundred times per second, emitting beams that "knock" through the darkness of space like the most precise astronomical clocks.
Sebahagian pengkaji I'jaz Ilmi moden mengaitkan deskripsi ini dengan pulsar — sejenis bintang neutron yang memancarkan sinaran secara berdenyut seperti mengetuk, dengan frekuensi yang amat tepat. Namun perlu dinyatakan secara jujur: pulsar tidak dapat dilihat dengan mata kasar — ia dikesan melalui teleskop radio. Para mufassir klasik mentafsirkan an-najm ath-thaqib sebagai bintang yang terang cahayanya menembusi kegelapan malam. Kaitan dengan pulsar ialah renungan tambahan, bukan tafsiran muktamad.
Some modern I'jaz writers link this description to pulsars. Honestly stated, however, pulsars cannot be seen with the naked eye — they are detected with radio telescopes. Classical commentators explained "an-najm ath-thaqib" as a star whose bright light pierces the darkness of night. The link with pulsars is an additional reflection, not a definitive tafsir.
Bintang neutron terbentuk daripada letupan supernova dan mempunyai jisim melebihi matahari dalam diameter hanya 20-30 km — objek paling padat dalam alam semesta yang boleh diperhatikan. Setiap denyutan adalah tepat seperti jam — menjadikannya 'jam angkasa' paling tepat.
Neutron stars form from supernova explosions and have more mass than the sun in a diameter of only about 20–30 km — among the densest observable objects in the universe.
4.2 Embriologi: Asal-usul Air Mani
4.2 Embryology: The Origin of the Fluid
خُلِقَ مِن مَّآءٍ دَافِقٍ ٦
"Dia diciptakan dari air yang terpancar (dengan deras)." — At-Tariq 86:6
"He was created from a fluid, ejected," — At-Tariq 86:6
يَخْرُجُ مِنۢ بَيْنِ ٱلصُّلْبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ٧
"Yang keluar dari antara tulang belakang dan tulang dada." — At-Tariq 86:7
"Emerging from between the backbone and the ribs." — At-Tariq 86:7
Embriologi moden menunjukkan bahawa gonad (testis dan ovari) berkembang dari urogenital ridge yang terletak antara vertebra lumbar (sulb/tulang belakang bawah) dan kawasan toraks bawah (tara'ib/tulang dada). Prof. Keith Moore pernah mengaitkan ayat ini dengan fakta tersebut; namun para mufassir klasik mempunyai beberapa pandangan tentang makna sulb dan tara'ib (antaranya sulb lelaki dan tulang dada perempuan), dan kaitan ini wajar dilihat sebagai renungan, bukan tafsiran muktamad.
Embryology shows that the gonads (testes and ovaries) develop from the urogenital ridge, located between the lumbar vertebrae and the lower thoracic region. Prof. Keith Moore once linked this verse with that fact; however, the classical commentators held several views on the meaning of "sulb" and "tara'ib" (among them, the backbone of the man and the chest bones of the woman), so this link should be seen as reflection, not definitive tafsir.
4.3 Kitar Hidrologi: Langit yang Mengembalikan Air
4.3 The Water Cycle: The Sky That Returns Water
وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجْعِ ١١
"Demi langit yang mengandungi hujan (yang berulang-ulang datang)," — At-Tariq 86:11
"By the sky which returns [rain]" — At-Tariq 86:11
Kitar hidrologi — proses penyejatan air, pembentukan awan, dan hujan — baru difahami saintifik pada abad ke-17 oleh Pierre Perrault dan Edme Mariotte. Al-Qur’an menggunakan perkataan "raj'" (kembali) — yang menurut Ibn Abbas bermaksud hujan yang turun berulang-ulang — selari dengan proses air yang naik dan turun kembali dalam kitaran berterusan, menjamin kehidupan di muka bumi.
The water cycle — evaporation, cloud formation and rain — was measured scientifically in the 17th century by Pierre Perrault and Edme Mariotte. The Qur'an uses the word "raj'" (return) — which Ibn 'Abbas explained as rain falling again and again — in harmony with the continuing cycle of water rising and returning, sustaining life on earth.
Bahagian 5
Section 5
Hadis Berkaitan
Related Hadith
Lima hadis sahih berikut berkaitan dengan tema-tema Surah At-Tariq — bacaan surah dalam solat, penciptaan manusia, malaikat penjaga, kebangkitan semula dan Al-Quran.
The following five authentic hadith relate to the themes of Surah At-Tariq — reciting it in prayer, human creation, the guardian angels, the Resurrection and the Qur'an.
☾ Hadis 1 — Nabi ﷺ Membaca At-Tariq dalam Solat Zuhur dan Asar
☾ Hadith 1 — The Prophet ﷺ Recited At-Tariq in Zuhr and 'Asr
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ وَنَحْوِهِمَا مِنَ السُّوَرِ .
Daripada Jabir bin Samurah رضي الله عنهما, bahawa Rasulullah ﷺ membaca dalam solat Zuhur dan Asar surah:
{وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ} (Surah at-Tariq),
{وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ} (Surah al-Buruj),
dan surah-surah lain yang seumpamanya.
Jabir ibn Samurah reported that the Messenger of Allah ﷺ used to recite in Zuhr and 'Asr "By the sky and the night comer" and "By the sky containing great stars", and similar surahs.
Riwayat: Sunan Abi Dawud (805) — Kitab as-Salah
Sanad: Musa bin Isma'il → Hammad → Simak bin Harb → Jabir bin Samurah RA
Narrated in: Sunan Abi Dawud (805) — Book of Prayer
Chain: Musa bin Isma'il → Hammad → Simak bin Harb → Jabir bin Samurah RA
✔ Hasan Sahih (al-Albani)
☾ Hadis 2 — Penciptaan Manusia dari Air Mani
☾ Hadith 2 — Human Creation from a Drop
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَهْوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ قَالَ " إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا، فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ. ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ".
Daripada Abdullah (bin Mas‘ud) رضي الله عنه, beliau berkata:
“Sesungguhnya setiap seorang daripada kamu dihimpunkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah), kemudian menjadi segumpal darah (‘alaqah) selama itu juga, kemudian menjadi seketul daging (mudghah) selama itu juga.
Kemudian Allah mengutuskan seorang malaikat, lalu diperintahkan kepadanya dengan empat perkara: ditulis amalannya, rezekinya, ajalnya, dan sama ada dia celaka atau bahagia.
Kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya.
'Abdullah ibn Mas'ud said: The Messenger of Allah ﷺ, the truthful and the believed, told us: "The creation of each of you is gathered in his mother's womb for forty days, then he becomes a clot for the like of that, then a lump for the like of that. Then Allah sends an angel commanded with four things: his deeds, his provision, his lifespan, and whether he will be wretched or happy. Then the soul is breathed into him…"
Riwayat: Sahih al-Bukhari (3208) — Kitab Bad' al-Khalq
Sanad: Al-Hasan bin ar-Rabi' → Abu al-Ahwas → Al-A'masy → Zaid bin Wahb → 'Abdullah bin Mas'ud RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (3208) — Book of the Beginning of Creation
Chain: Al-Hasan bin ar-Rabi' → Abu al-Ahwas → Al-A'masy → Zaid bin Wahb → 'Abdullah bin Mas'ud RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
☾ Hadis 3 — Malaikat Bergilir Menjaga Manusia
☾ Hadith 3 — Angels Take Turns Among You
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلاَئِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ وَصَلاَةِ الْعَصْرِ، ثُمَّ يَعْرُجُ الَّذِينَ بَاتُوا فِيكُمْ، فَيَسْأَلُهُمْ وَهْوَ أَعْلَمُ بِهِمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي فَيَقُولُونَ تَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ، وَأَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّونَ ".
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Para malaikat bergilir-gilir menjaga kamu pada waktu malam dan pada waktu siang. Mereka berkumpul pada waktu solat Subuh dan solat Asar. Kemudian malaikat yang bermalam bersama kamu naik (ke langit), lalu Allah bertanya kepada mereka — dan Dia lebih mengetahui tentang hamba-hamba-Nya —: ‘Bagaimana kamu tinggalkan hamba-hamba-Ku?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan mereka sedang solat, dan kami datang kepada mereka dalam keadaan mereka sedang solat.’”
Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "Angels take turns among you by night and by day, and they gather at the Fajr and 'Asr prayers. Then those who spent the night with you ascend, and Allah — who knows best — asks them: 'How did you leave My servants?' They say: 'We left them praying, and we came to them while they were praying.'"
Riwayat: Sahih al-Bukhari (555) — Kitab Mawaqit as-Salah
Sanad: 'Abdullah bin Yusuf → Malik → Abu az-Zinad → Al-A'raj → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (555) — Book of Prayer Times
Chain: 'Abdullah bin Yusuf → Malik → Abu az-Zinad → Al-A'raj → Abu Hurairah RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
☾ Hadis 4 — Manusia Dibangkitkan dalam Keadaan Asal
☾ Hadith 4 — Mankind Raised as They Were Created
حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ أَبِي صَغِيرَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، قَالَ حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " تُحْشَرُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً " قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ. فَقَالَ " الأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يُهِمَّهُمْ ذَاكِ ".
Daripada Aisyah رضي الله عنها, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kamu akan dihimpunkan (pada Hari Kiamat) dalam keadaan berkaki ayam, tidak berpakaian dan belum berkhatan.”
Aisyah berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, lelaki dan perempuan (berkumpul bersama), adakah mereka akan saling melihat antara satu sama lain?”
Baginda menjawab:
“Keadaan pada waktu itu lebih dahsyat daripada mereka memikirkan perkara tersebut.”
'Aishah reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "You will be gathered barefoot, naked and uncircumcised." She said: "O Messenger of Allah, men and women looking at one another?" He said: "The matter will be too severe for them to think of that."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (6527) — Kitab ar-Riqaq
Sanad: Qais bin Hafs → Khalid bin al-Harith → Hatim bin Abi Saghirah → 'Abdullah bin Abi Mulaikah → Al-Qasim bin Muhammad → 'Aisyah RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (6527) — Book of Softening of Hearts
Chain: Qais bin Hafs → Khalid bin al-Harith → Hatim bin Abi Saghirah → 'Abdullah bin Abi Mulaikah → Al-Qasim bin Muhammad → 'Aisyah RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
☾ Hadis 5 — Al-Quran Memberi Syafaat kepada Pembacanya
☾ Hadith 5 — The Qur'an Will Intercede for Its Readers
حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ، - وَهُوَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ - حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ، - يَعْنِي ابْنَ سَلاَّمٍ - عَنْ زَيْدٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلاَّمٍ، يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ، الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ " . قَالَ مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ .
Daripada Abu Umamah al-Bahili رضي الله عنه, beliau berkata:
Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bacalah al-Quran, kerana sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada para pembacanya.
Bacalah dua surah yang bercahaya (az-Zahrawain), iaitu Surah al-Baqarah dan Surah Ali ‘Imran, kerana kedua-duanya akan datang pada Hari Kiamat seolah-olah dua awan, atau dua naungan, atau seperti dua kelompok burung yang mengembangkan sayapnya, yang akan berhujah membela para pembacanya.
Bacalah Surah al-Baqarah, kerana mengambilnya adalah keberkatan dan meninggalkannya adalah penyesalan. Dan ia tidak mampu dihadapi oleh al-batalah.”
Abu Umamah al-Bahili said: I heard the Messenger of Allah ﷺ say: "Recite the Qur'an, for it will come on the Day of Resurrection as an intercessor for its companions. Recite the two bright ones, al-Baqarah and Al 'Imran… Recite al-Baqarah, for taking it is a blessing and leaving it is a regret, and the sorcerers cannot withstand it."
Riwayat: Sahih Muslim (804a) — Kitab Salat al-Musafirin
Sanad: Al-Hasan bin 'Ali al-Hulwani → Abu Taubah ar-Rabi' bin Nafi' → Mu'awiyah bin Sallam → Zaid → Abu Sallam → Abu Umamah al-Bahili RA
Narrated in: Sahih Muslim (804a) — Book of the Prayer of Travellers
Chain: Al-Hasan bin 'Ali al-Hulwani → Abu Taubah ar-Rabi' bin Nafi' → Mu'awiyah bin Sallam → Zaid → Abu Sallam → Abu Umamah al-Bahili RA
✔ Sahih
Bahagian 6
Section 6
Panduan Amali, Doa & Penutup
Practical Guidance, Supplication & Conclusion
✦ Panduan Amali- Renungkan Penciptaan Diri Sendiri — Allah secara langsung menyeru: "Maka hendaklah manusia memerhatikan dari apakah dia diciptakan" (ayat 5). Luangkan masa setiap hari untuk merenungi keajaiban penciptaan diri — dari sel tunggal menjadi manusia sempurna — sebagai jalan mensyukuri nikmat Allah ﷻ.
- Sedar Adanya Malaikat Penjaga — Setiap jiwa mempunyai penjaga (ayat 4). Kesedaran bahawa malaikat sentiasa mencatat setiap perbuatan sepatutnya mendorong kita untuk menjaga tutur kata, menjaga niat, memperbanyak amal soleh, dan segera bertaubat dari dosa agar malaikat kiri menangguhkan catatan.
- Membaca Surah At-Tariq Dalam Solat — Mengikut hadith Jabir ibn Samurah, Nabi ﷺ gemar membaca Surah At-Tariq bersama Surah Al-Buruj dalam solat Zohor dan Asar. Amalkan membaca kedua-dua surah ini secara bergilir dalam solat fardhu untuk menghidupkan sunnah baginda ﷺ.
- Yakin Dengan Kekuasaan Allah Membangkitkan Semula — Surah ini menegaskan bahawa Allah yang mencipta kita dari setitik air sudah pasti berkuasa membangkitkan kita semula (ayat 8). Keyakinan kepada hari akhirat hendaklah menjadi motivasi utama dalam setiap tindakan hidup kita.
- Berpegang Kepada Al-Qur’an Sebagai Panduan — Al-Qur’an adalah "Qawlun Fasl" — perkataan pemisah yang hak (ayat 13). Dalam era maklumat yang penuh dengan kekeliruan hari ini, kembalilah kepada Al-Qur’an sebagai neraca kebenaran dalam setiap permasalahan kehidupan.
✦ Practical Guidance- Reflect on your own creation — "So let man observe from what he was created" (verse 5): reflect daily on the wonder of growing from a single cell into a complete human.
- Be aware of the guardian angels — every soul has a protector (verse 4); let this awareness guard your words, intentions and deeds.
- Recite At-Tariq in prayer — following the hadith of Jabir ibn Samurah, recite At-Tariq and Al-Buruj in Zuhr and 'Asr to revive the Sunnah.
- Be certain of Allah's power to resurrect — He who created us from a drop is surely able to raise us again (verse 8).
- Hold to the Qur'an as guidance — it is "qawlun fasl", the decisive word (verse 13); in an age of confusion, return to it as the measure of truth.
Penutup & Doa
Conclusion & Supplication
Surah At-Tariq adalah peringatan yang kuat daripada Allah ﷻ: Dia yang menciptakan kita dari setitik air yang hina sudah pasti berkuasa membangkitkan kita semula pada Hari Kiamat. Malaikat sentiasa mencatat setiap perbuatan kita. Al-Qur’an adalah firman Allah yang pasti benar.
Surah At-Tariq is a powerful reminder from Allah: He who created us from a drop of fluid will surely raise us again, and every secret will be exposed. May we take the Qur'an as our decisive guide.
رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ١٢٨
"Wahai Tuhan kami! Jadikanlah kami berdua: orang-orang Islam (yang berserah diri) kepadaMu, dan jadikanlah daripada keturunan kami: umat Islam (yang berserah diri) kepadamu, dan tunjukkanlah kepada kami syariat dan cara-cara ibadat kami, dan terimalah taubat kami; sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani;” — Al-Baqarah 2:128
"Our Lord, and make us Muslims [in submission] to You and from our descendants a Muslim nation [in submission] to You. And show us our rites and accept our repentance. Indeed, You are the Accepting of repentance, the Merciful." — Al-Baqarah 2:128
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ