Bahagian 1
Section 1
Prakata & Maklumat Asas
Introduction & Basic Information
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَـٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلْكَرِيمِ ٦
"Wahai manusia! Apakah yang memperdayakanmu (berlaku derhaka) kepada Tuhanmu Yang Maha Pemurah?" — Al-Infitar 82:6
"O mankind, what has deceived you concerning your Lord, the Generous," — Al-Infitar 82:6
Surah Al-Infitar merupakan surah ke-82 dalam susunan mushaf Al-Quran, terletak dalam Juzuk 30 (Juz 'Amma). Nama “Al-Infitar” bermaksud “terbelah”, diambil daripada ayat pertama surah ini yang menggambarkan peristiwa langit terbelah pada hari Kiamat. Surah ini termasuk dalam kumpulan tiga surah yang disebut oleh Rasulullah ﷺ sebagai gambaran hari Kiamat seolah-olah dilihat dengan mata kepala sendiri, iaitu At-Takwir (81), Al-Infitar (82) dan Al-Insyiqaq (84).
Surah Al-Infitar is the 82nd surah in the mushaf, in Juz 30. "Al-Infitar" means "cleaving apart", taken from the first verse describing the sky splitting open on the Last Day.
Surah ini membawa dua tema agung yang saling berkait: kehancuran total alam semesta pada hari Kiamat, dan teguran lembut tetapi tajam kepada manusia yang terpedaya sehingga melupakan Tuhannya Yang Maha Pemurah — sedangkan setiap gerak-gerinya dicatat oleh para malaikat yang mulia, Kiraman Katibin.
The surah carries two connected themes: the total destruction of the universe on the Last Day, and a gentle yet piercing rebuke to man who is deceived into forgetting his Generous Lord — while noble angels record every deed.
| Nama Surah (Arab) | سُورَةُ الْاِنْفِطَارِ |
| Makna Nama | Terbelah |
| Nombor Surah | 82 |
| Bilangan Ayat | 19 ayat |
| Juzuk | 30 (Juz 'Amma) |
| Kategori | Makkiyyah (diturunkan di Makkah) |
| Nama Lain | Infatarat |
| Tema Utama | Kiamat kosmik, kemurahan Allah, malaikat pencatat amalan, hari pembalasan |
| Surah Name (Arabic) | سُورَةُ الْاِنْفِطَارِ |
| Meaning | The Cleaving |
| Surah Number | 82 |
| Total Verses | 19 verses |
| Juz | 30 (Juz 'Amma) |
| Type | Makkan (revealed in Makkah) |
| Other Name | Infatarat |
| Main Themes | Cosmic collapse, Allah's generosity, the recording angels, the Day of Recompense |
Bahagian 3
Section 3
Tafsir Tematik
Thematic Commentary
3.1 Empat Peristiwa Kosmik Kiamat (Ayat 1–4)
3.1 Four Cosmic Events (Verses 1–4)
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنفَطَرَتْ ١
"Apabila langit terbelah;" — Al-Infitar 82:1
"When the sky breaks apart" — Al-Infitar 82:1
وَإِذَا ٱلْكَوَاكِبُ ٱنتَثَرَتْ ٢
"Dan apabila bintang-bintang gugur bertaburan;" — Al-Infitar 82:2
"And when the stars fall, scattering," — Al-Infitar 82:2
وَإِذَا ٱلْبِحَارُ فُجِّرَتْ ٣
"Dan apabila lautan pecah bercampur-baur;" — Al-Infitar 82:3
"And when the seas are erupted" — Al-Infitar 82:3
وَإِذَا ٱلْقُبُورُ بُعْثِرَتْ ٤
"Dan apabila kubur-kubur dibongkarkan;" — Al-Infitar 82:4
"And when the [contents of] graves are scattered," — Al-Infitar 82:4
Surah ini dibuka dengan empat klausa “apabila” (إِذَا) yang menggambarkan kemusnahan total tatanan alam pada hari Kiamat. Pertama, langit yang kita lihat begitu kukuh akan terbelah (infatarat). Imam Ibn Kathir menjelaskan bahawa langit akan pecah dan terburai apabila datangnya perintah Allah, kerana segala ciptaan hanya kekal dengan izin-Nya.
The surah opens with four "when" clauses depicting the total destruction of the natural order on the Last Day. First, the sky we see as so firm will split open.
Kedua, bintang-bintang yang tersusun rapi pada orbit masing-masing akan gugur bertaburan (intatharat) — susunan graviti kosmik yang mengikat alam semesta akan dirombak sepenuhnya. Ketiga, lautan akan pecah bercampur-baur (fujjirat); sekatan antara lautan akan hilang, airnya melimpah dan menurut sebahagian mufassir, lautan akan menyala menjadi api sebagaimana dalam Surah At-Takwir (“sujjirat”). Keempat, kubur-kubur dibongkarkan (bu'thirat) dan manusia dibangkitkan untuk dihisab.
Second, the stars arranged in their orbits will scatter; third, the seas will burst and mix; fourth, the graves will be overturned and their contents brought out.
Susunan empat peristiwa ini bergerak dari atas ke bawah: langit, bintang, lautan, kemudian bumi tempat jasad bersemadi — menggambarkan keruntuhan menyeluruh dari kosmos hingga ke liang lahad.
The order moves from top to bottom — sky, stars, seas, then the earth where bodies rest — depicting total collapse from the cosmos down to the grave.
3.2 Saat Pendedahan Amalan (Ayat 5)
3.2 The Moment of Disclosure (Verse 5)
عَلِمَتْ نَفْسٞ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ ٥
"(Setiap) diri akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan ditinggalkannya." — Al-Infitar 82:5
"A soul will [then] know what it has put forth and kept back." — Al-Infitar 82:5
Pada saat itu, setiap jiwa akan mengetahui dengan jelas “apa yang didahulukan dan apa yang ditinggalkan”. Al-Qurtubi mentafsirkan: amalan yang didahulukan ialah kebaikan atau kejahatan yang dikerjakan semasa hidup, manakala yang ditinggalkan termasuklah sunnah baik atau buruk yang terus diamalkan orang selepas kematiannya — pahala atau dosanya terus mengalir. Inilah konsep sedekah jariah dan juga dosa jariah.
At that moment every soul will know clearly what it sent ahead and what it left behind. Al-Qurtubi explains: what was sent ahead is the good or evil done in life, and what was left behind includes the good or evil practices that continued after death.
3.3 Teguran kepada Manusia yang Terpedaya (Ayat 6–8)
3.3 A Rebuke to Deluded Man (Verses 6–8)
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَـٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلْكَرِيمِ ٦
"Wahai manusia! Apakah yang memperdayakanmu (berlaku derhaka) kepada Tuhanmu Yang Maha Pemurah?" — Al-Infitar 82:6
"O mankind, what has deceived you concerning your Lord, the Generous," — Al-Infitar 82:6
ٱلَّذِى خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ فَعَدَلَكَ ٧
"Tuhan yang telah menciptakanmu, lalu menyempurnakan kejadianmu, serta menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang;" — Al-Infitar 82:7
"Who created you, proportioned you, and balanced you?" — Al-Infitar 82:7
فِىٓ أَىِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ ٨
"Dalam bentuk dan rupa apa sahaja yang dikehendaki-Nya, Dia menyusun kejadianmu." — Al-Infitar 82:8
"In whatever form He willed has He assembled you." — Al-Infitar 82:8
Inilah ayat teras surah ini — satu pertanyaan yang menusuk hati: “Wahai manusia! Apakah yang memperdayakanmu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (Al-Karim)?” Allah memilih nama Al-Karim (Maha Pemurah), bukan Al-Qahhar (Maha Perkasa), sebagai teguran yang penuh kelembutan: justeru kemurahan dan penangguhan azab Allah itulah yang sering disalahgunakan manusia untuk terus berdosa.
This is the core verse of the surah: "O man, what has deceived you concerning your Lord, the Generous?" Allah chose the name Al-Karim (the Generous), not Al-Qahhar (the Subduer) — a reminder that His generosity should lead to gratitude, not to complacency.
Ayat 7–8 kemudian mengingatkan asal-usul manusia: Allah yang menciptakan (khalaqaka), menyempurnakan kejadian (fasawwaka), dan menyeimbangkan susunan tubuh (fa'adalaka) — setiap organ pada kadar, kedudukan dan fungsi yang tepat. Dia juga menyusun rupa setiap insan dalam bentuk yang dikehendaki-Nya, sehingga tiada dua wajah yang serupa sepenuhnya antara berbilion manusia.
Verses 7–8 recall man's origin: Allah created him, perfected him and balanced him — every organ in its proper measure, position and function — in whatever form He willed.
3.4 Kiraman Katibin — Malaikat Pencatat yang Mulia (Ayat 9–12)
3.4 The Noble Recording Angels (Verses 9–12)
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِٱلدِّينِ ٩
"Sebenarnya tidak ada yang memperdayakan kamu (selain hawa nafsu), bahkan kamu sendiri mendustakan hari pembalasan." — Al-Infitar 82:9
"No! But you deny the Recompense." — Al-Infitar 82:9
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَـٰفِظِينَ ١٠
"Padahal sesungguhnya ada (malaikat-malaikat) yang menjaga dan mengawasi segala perbuatan kamu," — Al-Infitar 82:10
"And indeed, [appointed] over you are keepers," — Al-Infitar 82:10
كِرَامٗا كَـٰتِبِينَ ١١
"(Mereka adalah malaikat-malaikat) yang mulia (di sisi Allah), lagi yang menulis (amalan kamu);" — Al-Infitar 82:11
"Noble and recording;" — Al-Infitar 82:11
يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ١٢
"Mereka mengetahui apa yang kamu lakukan." — Al-Infitar 82:12
"They know whatever you do." — Al-Infitar 82:12
“Kalla” (sekali-kali tidak!) menafikan segala alasan: punca sebenar kederhakaan ialah pendustaan terhadap hari pembalasan (ad-Din). Lalu Allah menegaskan bahawa ke atas setiap manusia ada para penjaga (hafizin) — malaikat yang mulia lagi mencatat (Kiraman Katibin), yang mengetahui setiap perbuatan.
"Kalla" negates every excuse: the real cause of disobedience is denying the Day of Recompense. Allah then affirms that over every person are guardians — noble angels who record.
Ibn Kathir menyebut: malaikat-malaikat ini mencatat segala amalan dengan teliti, maka muliakanlah mereka dan malulah kepada mereka. Setiap manusia diiringi pencatat di kanan (merekod kebaikan) dan di kiri (merekod kejahatan), sebagaimana dalam Surah Qaf (50:17-18). Rekod inilah yang akan dibentangkan sebagai kitab amalan pada hari Kiamat.
Ibn Kathir said: these angels record every deed carefully, so honour them and be shy before them. Every person is accompanied by a recorder on the right (recording good) and on the left (recording evil).
3.5 Abrar, Fujjar dan Hari Pembalasan (Ayat 13–19)
3.5 The Righteous, the Wicked and the Day of Recompense (Verses 13–19)
إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٖ ١٣
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti (dengan taat dan amal soleh) tetap berada dalam syurga yang penuh nikmat;" — Al-Infitar 82:13
"Indeed, the righteous will be in pleasure," — Al-Infitar 82:13
وَإِنَّ ٱلْفُجَّارَ لَفِى جَحِيمٖ ١٤
"Dan sesungguhnya orang-orang yang derhaka tetap berada dalam neraka yang menjulang-julang;" — Al-Infitar 82:14
"And indeed, the wicked will be in Hellfire." — Al-Infitar 82:14
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا يَوْمُ ٱلدِّينِ ١٧
"Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui kedahsyatan hari pembalasan itu?" — Al-Infitar 82:17
"And what can make you know what is the Day of Recompense?" — Al-Infitar 82:17
ثُمَّ مَآ أَدْرَىٰكَ مَا يَوْمُ ٱلدِّينِ ١٨
"Sekali lagi, apa jalannya engkau dapat mengetahui kedahsyatan hari pembalasan itu?" — Al-Infitar 82:18
"Then, what can make you know what is the Day of Recompense?" — Al-Infitar 82:18
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٞ لِّنَفْسٖ شَيْـٔٗاۖ وَٱلْأَمْرُ يَوْمَئِذٖ لِّلَّهِ ١٩
"(Hari itu ialah) hari seseorang tidak dapat memberikan pertolongan sedikit pun kepada orang lain, dan segala urusan pada hari itu tertentu bagi Allah." — Al-Infitar 82:19
"It is the Day when a soul will not possess for another soul [power to do] a thing; and the command, that Day, is [entirely] with Allah." — Al-Infitar 82:19
Surah ini ditutup dengan pembahagian muktamad: golongan Abrar (yang berbakti dan taat) berada dalam nikmat syurga, manakala golongan Fujjar (yang derhaka) berada dalam neraka Jahim yang mereka masuki pada hari pembalasan, tanpa sebarang jalan keluar.
The surah closes with the final division: the righteous (abrar) in bliss, and the wicked (fujjar) in the blazing Fire which they enter on the Day of Recompense and from which they will never be absent.
Pengulangan dua kali “wa ma adraka ma yaumud-din” (apakah jalannya engkau mengetahui apa itu hari pembalasan?) adalah uslub Al-Quran untuk membesarkan kedahsyatan hari tersebut — ia melampaui segala bayangan akal manusia.
The repeated question "And what will make you know what the Day of Recompense is?" is a Qur'anic style to magnify the terror of that Day — beyond human imagination.
Ayat terakhir merumuskan hakikat hari itu: tiada satu jiwa pun mampu memberi pertolongan kepada jiwa yang lain, dan segala urusan pada hari itu hanya milik Allah semata-mata. Di dunia, Allah memberi manusia kuasa terhad untuk mentadbir; pada hari Kiamat, segala kuasa pinjaman itu ditarik kembali kepada Pemiliknya Yang Hakiki.
The last verse sums up the reality of that Day: no soul will be able to help another, and the command on that Day belongs to Allah alone.
Bahagian 4
Section 4
I'jaz Ilmi — Sains & Kesihatan
Quran & Science
⚠️ Nota: Bahagian ini meneliti kaitan antara ayat-ayat Surah Al-Infitar dengan penemuan sains moden. Perlu ditegaskan: tafsir ulama muktabar didahulukan, dan fakta sains hanyalah alat tadabbur yang menambah keyakinan, bukan kaedah tafsir utama. Sains sentiasa berkembang, manakala Al-Quran tetap benar selama-lamanya.
⚠️ Note: This section examines links between the verses of Surah Al-Infitar and modern science. The tafsir of recognised scholars comes first; scientific facts are only a means of reflection that strengthens conviction, not a method of tafsir.
4.1 Langit Terbelah & Kematian Bintang (Ayat 1–2)
4.1 The Sky Cleaving & the Death of Stars (Verses 1–2)
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنفَطَرَتْ ١
"Apabila langit terbelah;" — Al-Infitar 82:1
"When the sky breaks apart" — Al-Infitar 82:1
وَإِذَا ٱلْكَوَاكِبُ ٱنتَثَرَتْ ٢
"Dan apabila bintang-bintang gugur bertaburan;" — Al-Infitar 82:2
"And when the stars fall, scattering," — Al-Infitar 82:2
Ayat 1–2 menggambarkan langit terbelah dan bintang-bintang gugur bertaburan. Astrofizik moden mengesahkan bahawa alam semesta bukan struktur kekal: bintang mempunyai kitaran hayat — lahir daripada nebula, membakar bahan api hidrogennya, dan akhirnya mati sama ada sebagai kerdil putih, bintang neutron, atau meletup sebagai supernova yang menaburkan isinya ke angkasa.
Astrophysics shows that the universe is not permanent: stars have life cycles — born from nebulae, burning their hydrogen, and dying as white dwarfs, neutron stars, or exploding as supernovae that scatter their contents into space.
💡 Fakta Sains: Matahari kita dianggarkan akan kehabisan bahan api hidrogen dalam kira-kira 5 bilion tahun, mengembang menjadi gergasi merah dan akhirnya runtuh — bukti bahawa bintang yang kelihatan “kekal” sebenarnya fana.
💡 Science: Our sun is estimated to run out of hydrogen in about 5 billion years, swell into a red giant and finally collapse — evidence that stars which seem "eternal" are in fact mortal.
Kosmologi moden membincangkan beberapa senario pengakhiran alam semesta seperti “Big Rip” (alam terkoyak), “Big Crunch” (alam runtuh) dan “Heat Death” — semuanya menunjukkan tatanan kosmik hari ini tidak kekal, selari dengan gambaran infatarat (terbelah) dan intatharat (bertaburan).
Cosmology discusses several scenarios for the end of the universe — "Big Rip", "Big Crunch" and "Heat Death" — all showing that today's cosmic order is not eternal.
Pemerhatian teleskop seperti Hubble dan James Webb merekodkan supernova — bintang yang pecah dan isinya bertaburan di angkasa — mengingatkan kita bahawa bintang juga boleh musnah, walaupun peristiwa bintang bertaburan pada Hari Kiamat adalah perkara ghaib yang jauh lebih dahsyat.
Telescopes such as Hubble and James Webb record supernovae — stars exploding and scattering their contents — reminding us that stars too can perish, though the scattering of the stars on the Last Day is an unseen event far more tremendous.
4.2 Lautan Pecah Meluap (Ayat 3)
4.2 The Seas Erupting (Verse 3)
وَإِذَا ٱلْبِحَارُ فُجِّرَتْ ٣
"Dan apabila lautan pecah bercampur-baur;" — Al-Infitar 82:3
"And when the seas are erupted" — Al-Infitar 82:3
Perkataan fujjirat membawa makna dipecahkan sekatannya hingga melimpah dan bercampur-baur. Oseanografi moden menunjukkan lautan dunia sebenarnya terpisah oleh sempadan halimunan — perbezaan suhu, kemasinan dan ketumpatan (barrier zones) — yang menghalang percampuran serta-merta. Pada hari Kiamat, segala sekatan ini dirombak.
"Fujjirat" means having their barriers broken so that they overflow and mix. Oceanography shows that the world's waters are separated by invisible boundaries — differences of temperature, salinity and density — that prevent immediate mixing. On the Last Day all these barriers will be removed.
Dasar lautan menyimpan tenaga geotermal dan rekahan tektonik gergasi (mid-ocean ridges) sepanjang lebih 65,000 km. Aktiviti gunung berapi bawah laut menunjukkan potensi 'pecahan' dasar lautan yang boleh mengubah lautan secara drastik.
The ocean floor holds geothermal energy and giant tectonic rifts (mid-ocean ridges) over 65,000 km long; underwater volcanism shows the potential for drastic change in the oceans.
4.3 Penciptaan Seimbang Tubuh Manusia (Ayat 7–8)
4.3 The Balanced Creation of the Human Body (Verses 7–8)
ٱلَّذِى خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ فَعَدَلَكَ ٧
"Tuhan yang telah menciptakanmu, lalu menyempurnakan kejadianmu, serta menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang;" — Al-Infitar 82:7
"Who created you, proportioned you, and balanced you?" — Al-Infitar 82:7
فِىٓ أَىِّ صُورَةٖ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ ٨
"Dalam bentuk dan rupa apa sahaja yang dikehendaki-Nya, Dia menyusun kejadianmu." — Al-Infitar 82:8
"In whatever form He willed has He assembled you." — Al-Infitar 82:8
Ayat 7 menyusun tiga peringkat: khalaqaka (mencipta), fasawwaka (menyempurnakan), fa'adalaka (menyeimbangkan). Ini selari dengan penemuan embriologi dan anatomi moden tentang perkembangan janin yang berperingkat dan ketepatan simetri tubuh manusia.
Verse 7 sets out three stages: khalaqaka (created you), fasawwaka (perfected you), fa'adalaka (balanced you) — in harmony with the staged development of the embryo and the precise symmetry of the human body.
💡 Fakta Sains: Tubuh manusia mempamerkan simetri bilateral yang tepat: dua mata, dua telinga, dua buah pinggang, dua hemisfera otak — kedudukan yang seimbang membolehkan penglihatan stereoskopik, pendengaran berarah dan imbangan badan.
💡 Science: The human body shows precise bilateral symmetry — two eyes, two ears, two kidneys, two brain hemispheres — enabling stereoscopic vision, directional hearing and balance.
Sistem vestibular dalam telinga dalam bekerjasama dengan serebelum mengekalkan keseimbangan postur secara automatik — satu sistem 'adl (keseimbangan) yang berfungsi tanpa kita sedari, 24 jam sehari.
The vestibular system in the inner ear works with the cerebellum to maintain posture automatically — a system of balance working without our awareness, 24 hours a day.
4.4 Rakaman Amalan (Ayat 10–12)
4.4 The Recording of Deeds (Verses 10–12)
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَـٰفِظِينَ ١٠
"Padahal sesungguhnya ada (malaikat-malaikat) yang menjaga dan mengawasi segala perbuatan kamu," — Al-Infitar 82:10
"And indeed, [appointed] over you are keepers," — Al-Infitar 82:10
كِرَامٗا كَـٰتِبِينَ ١١
"(Mereka adalah malaikat-malaikat) yang mulia (di sisi Allah), lagi yang menulis (amalan kamu);" — Al-Infitar 82:11
"Noble and recording;" — Al-Infitar 82:11
يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ١٢
"Mereka mengetahui apa yang kamu lakukan." — Al-Infitar 82:12
"They know whatever you do." — Al-Infitar 82:12
Ayat 10–12 menegaskan setiap perbuatan manusia direkodkan tanpa cicir oleh Kiraman Katibin. Dunia hari ini sendiri membuktikan betapa mudahnya setiap tindakan direkod: kamera litar tertutup, jejak digital, log telefon — sedangkan semua itu ciptaan manusia yang terbatas. Rakaman malaikat jauh lebih sempurna, merangkumi perbuatan zahir dan menurut sebahagian ulama, juga niat di hati.
Verses 10–12 affirm that every human deed is recorded without omission by the noble angels. Today's world shows how easily actions are recorded — CCTV, digital footprints, phone logs — though these are limited human creations; the angels' record is far more perfect.
Dalam fizik kuantum, terdapat prinsip bahawa maklumat pada asasnya tidak musnah (unitarity), dan perbahasan "black hole information paradox" masih diteruskan oleh para ahli fizik. Ia sekadar renungan yang menarik — bukan bukti tentang rekod amalan, yang merupakan perkara ghaib.
In quantum physics there is a principle that information is, at a fundamental level, not destroyed (unitarity), and the "black hole information paradox" is still debated. It is only an interesting reflection — not proof of the record of deeds, which is a matter of the unseen.
Bahagian 5
Section 5
Hadis Berkaitan
Related Hadith
Berikut lima hadith yang berkait rapat dengan tema Surah Al-Infitar, lengkap dengan teks Arab, terjemahan, perawi, sanad, darjat dan pautan rujukan yang boleh disemak sendiri.
The following five hadith relate closely to the themes of Surah Al-Infitar, with Arabic text, translation, narrator, chain, grading and references.
☾ Hadis 1 — Melihat Hari Kiamat Seakan di Depan Mata
☾ Hadith 1 — Seeing the Last Day As If Before One's Eyes
حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَحِيرٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَهُوَ ابْنُ يَزِيدَ الصَّنْعَانِيُّ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْىُ عَيْنٍ فَلْيَقْرَأْ ( إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ) و (إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ ) وَ (إذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ ) " . هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ . وَرَوَى هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ وَغَيْرُهُ هَذَا الْحَدِيثَ بِهَذَا الإِسْنَادِ وَقَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْىُ عَيْنٍ فَلْيَقْرَأْ (إذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ ) وَلَمْ يَذْكُرْ و (إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ ) وَ (إذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ ).
Daripada Ibn ‘Umar رضي الله عنهما, beliau berkata bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesiapa yang ingin melihat Hari Kiamat seolah-olah melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, maka hendaklah dia membaca:
( إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ )Apabila matahari digulung,
( وَإِذَا السَّمَاءُ انفَطَرَتْ )Dan apabila langit terbelah,
( وَإِذَا السَّمَاءُ انشَقَّتْ )Dan apabila langit terbelah (terkoyak).”
Ibn 'Umar reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "Whoever would like to look at the Day of Resurrection as if seeing it with his own eyes, let him recite: 'When the sun is wrapped up', 'When the sky breaks apart' and 'When the sky is split open'."
Riwayat: Jami' at-Tirmidhi (3333) — Kitab at-Tafsir
Sanad: 'Abbas bin 'Abd al-'Azim al-'Anbari → 'Abd ar-Razzaq → 'Abdullah bin Bahir → 'Abd ar-Rahman bin Yazid as-San'ani → Ibn 'Umar RA
Narrated in: Jami' at-Tirmidhi (3333) — Chapters on Tafsir
Chain: 'Abbas bin 'Abd al-'Azim al-'Anbari → 'Abd ar-Razzaq → 'Abdullah bin Bahir → 'Abd ar-Rahman bin Yazid as-San'ani → Ibn 'Umar RA
✔ Hasan (Darussalam); hasan gharib menurut at-Tirmizi; disahihkan oleh al-Albani
☾ Hadis 2 — Pencatatan Kebaikan dan Keburukan (Hadis Qudsi)
☾ Hadith 2 — The Recording of Good and Bad Deeds (Hadith Qudsi)
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، حَدَّثَنَا جَعْدٌ أَبُو عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ الْعُطَارِدِيُّ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ قَالَ " إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً ".
Daripada Ibn ‘Abbas رضي الله عنهما, daripada Nabi ﷺ, dalam apa yang Baginda riwayatkan daripada Tuhannya ‘Azza wa Jalla (hadis qudsi), Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan (menulis) kebaikan dan keburukan, kemudian Dia menjelaskan hal itu.
Sesiapa yang berniat untuk melakukan satu kebaikan tetapi tidak melakukannya, Allah mencatat baginya di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna.
Jika dia berniat melakukannya lalu benar-benar melakukannya, Allah mencatat baginya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali ganda, bahkan berlipat ganda lagi.
Dan sesiapa yang berniat melakukan satu keburukan tetapi tidak melakukannya, Allah mencatat baginya satu kebaikan yang sempurna.
Jika dia berniat melakukannya lalu benar-benar melakukannya, Allah mencatat baginya satu keburukan sahaja.”
Ibn 'Abbas reported that the Prophet ﷺ said, narrating from his Lord: "Allah has written the good deeds and the bad deeds, then explained them. Whoever intends a good deed but does not do it, Allah writes it with Him as a complete good deed. If he intends it and does it, Allah writes it as ten good deeds up to seven hundred times or many more. Whoever intends a bad deed but does not do it, Allah writes it as a complete good deed; and if he intends it and does it, Allah writes it as one bad deed."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (6491) — Kitab ar-Riqaq
Sanad: Abu Ma'mar → 'Abd al-Warith → Ja'd Abu 'Uthman → Abu Raja' al-'Utaridi → Ibn 'Abbas RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (6491) — Book of Softening of Hearts
Chain: Abu Ma'mar → 'Abd al-Warith → Ja'd Abu 'Uthman → Abu Raja' al-'Utaridi → Ibn 'Abbas RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
☾ Hadis 3 — Tiada Siapa Dapat Menolong pada Hari Itu
☾ Hadith 3 — No One Can Help Another on That Day
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ {وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ } قَالَ " يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ ـ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا ـ اشْتَرُوا أَنْفُسَكُمْ، لاَ أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا، يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ لاَ أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا، يَا عَبَّاسُ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ لاَ أُغْنِي عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا، وَيَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ اللَّهِ لاَ أُغْنِي عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا، وَيَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِي مَا شِئْتِ مِنْ مَالِي لاَ أُغْنِي عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا " . تَابَعَهُ أَصْبَغُ عَنِ ابْنِ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ.
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, beliau berkata:
Ketika Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat:
{ وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ }“Dan berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat.”(Surah ash-Syu‘ara’: 214)
Rasulullah ﷺ pun bangun lalu bersabda:
“Wahai kaum Quraisy — atau kata-kata yang seumpamanya — selamatkanlah diri kamu (daripada azab Allah)! Aku tidak dapat menolong kamu sedikit pun daripada (azab) Allah.
Wahai Bani ‘Abd Manaf! Aku tidak dapat menolong kamu sedikit pun daripada Allah.
Wahai ‘Abbas bin ‘Abdul Muttalib! Aku tidak dapat menolongmu sedikit pun daripada Allah.
Wahai Safiyyah, ibu saudara Rasulullah! Aku tidak dapat menolongmu sedikit pun daripada Allah.
Wahai Fatimah binti Muhammad! Mintalah daripadaku apa sahaja daripada hartaku yang kamu mahu, tetapi aku tidak dapat menolongmu sedikit pun daripada (azab) Allah.”
Abu Hurairah said: When Allah revealed "And warn your nearest kindred", the Messenger of Allah ﷺ stood and said: "O people of Quraysh, save yourselves; I cannot avail you anything against Allah. O Bani 'Abd Manaf… O 'Abbas… O Safiyyah… O Fatimah daughter of Muhammad, ask me for whatever you wish of my wealth, but I cannot avail you anything against Allah."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (2753) — Kitab al-Wasaya
Sanad: Abu al-Yaman → Syu'aib → Az-Zuhri → Sa'id bin al-Musayyab & Abu Salamah → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (2753) — Book of Wills
Chain: Abu al-Yaman → Syu'aib → Az-Zuhri → Sa'id bin al-Musayyab & Abu Salamah → Abu Hurairah RA
✔ Sahih
☾ Hadis 4 — Peringkat Kejadian & Penulisan Takdir
☾ Hadith 4 — The Stages of Creation & the Writing of Destiny
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَهْوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ قَالَ " إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا، فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ. ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلاَّ ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ".
Daripada ‘Abdullah (bin Mas‘ud) رضي الله عنه, beliau berkata: Rasulullah ﷺ yang benar lagi dibenarkan bersabda:
“Sesungguhnya salah seorang daripada kamu dihimpunkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nutfah (air mani), kemudian menjadi segumpal darah (‘alaqah) selama tempoh yang sama, kemudian menjadi seketul daging (mudghah) selama tempoh yang sama.
Kemudian Allah mengutuskan malaikat kepadanya dan diperintahkan dengan empat perkara: ditulis amalannya, rezekinya, ajalnya, dan sama ada dia celaka atau bahagia.
Kemudian ditiupkan roh ke dalamnya.
'Abdullah ibn Mas'ud said: The Messenger of Allah ﷺ, the truthful and the believed, told us: "Each of you is gathered in his mother's womb for forty days as a drop, then becomes a clot for the like of that, then a lump for the like of that. Then Allah sends an angel commanded to write four things: his deeds, his provision, his lifespan, and whether he will be wretched or happy. Then the soul is breathed into him…"
Riwayat: Sahih al-Bukhari (3208) — Kitab Bad' al-Khalq
Sanad: Al-Hasan bin ar-Rabi' → Abu al-Ahwas → Al-A'masy → Zaid bin Wahb → 'Abdullah bin Mas'ud RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (3208) — Book of the Beginning of Creation
Chain: Al-Hasan bin ar-Rabi' → Abu al-Ahwas → Al-A'masy → Zaid bin Wahb → 'Abdullah bin Mas'ud RA
✔ Sahih (Muttafaqun ‘alaih)
☾ Hadis 5 — Setiap Diri Akan Disoal
☾ Hadith 5 — Everyone Will Be Questioned
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَنَا الأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ " . قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُرَيْجٍ هُوَ بَصْرِيٌّ وَهُوَ مَوْلَى أَبِي بَرْزَةَ وَأَبُو بَرْزَةَ اسْمُهُ نَضْلَةُ بْنُ عُبَيْدٍ .
Daripada Abu Barzah al-Aslami رضي الله عنه, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan berganjak kedua-dua kaki seorang hamba pada Hari Kiamat sehingga dia ditanya tentang:
Umurnya, pada apa dia habiskannya.
Ilmunya, apa yang dia lakukan dengannya.
Hartanya, dari mana dia perolehnya dan pada apa dia belanjakannya.
Tubuh badannya, pada apa dia gunakannya (atau bagaimana dia menghabiskannya).”
Abu Barzah al-Aslami reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "The feet of a servant will not move on the Day of Resurrection until he is asked about his life and how he spent it, his knowledge and what he did with it, his wealth — where he earned it and how he spent it — and his body and how he wore it out."
Riwayat: Jami' at-Tirmidhi (2417) — Kitab Sifat al-Qiyamah
Sanad: 'Abdullah bin 'Abd ar-Rahman → Al-Aswad bin 'Amir → Abu Bakr bin 'Ayyasy → Al-A'masy → Sa'id bin 'Abdullah bin Juraij → Abu Barzah al-Aslami RA
Narrated in: Jami' at-Tirmidhi (2417) — Book of the Day of Judgement
Chain: 'Abdullah bin 'Abd ar-Rahman → Al-Aswad bin 'Amir → Abu Bakr bin 'Ayyasy → Al-A'masy → Sa'id bin 'Abdullah bin Juraij → Abu Barzah al-Aslami RA
✔ Hasan Sahih menurut at-Tirmizi; Da‘if menurut Darussalam
Bahagian 6
Section 6
Panduan Amali, Doa & Penutup
Practical Guidance, Supplication & Conclusion
Berikut panduan praktikal untuk menghayati pengajaran Surah Al-Infitar dalam kehidupan seharian:
Practical guidance to live the lessons of Surah Al-Infitar in daily life:
✦ Panduan Amali Harian- 1. Muhasabah Harian Sebelum Tidur — Luangkan 5 minit setiap malam menyemak “apa yang didahulukan dan apa yang ditinggalkan” (ayat 5). Catat satu kebaikan untuk diteruskan dan satu kelemahan untuk diperbaiki esok.
- 2. Sedari Kehadiran Kiraman Katibin — Sebelum bercakap atau bertindak, ingatkan diri: ada malaikat mulia sedang mencatat (ayat 10–12). Kesedaran ini (muraqabah) adalah perisai paling berkesan daripada maksiat, terutamanya dosa tersembunyi.
- 3. Jangan Tertipu Dengan Penangguhan Azab — Apabila terdetik “nanti sahajalah bertaubat”, ingat teguran ayat 6 — jangan jadikan kemurahan Allah sebagai lesen berdosa. Segerakan taubat dan jangan bertangguh.
- 4. Tingkatkan Amalan Golongan Abrar — Golongan Abrar (ayat 13) ialah mereka yang menunaikan kewajipan dan menambah dengan amalan sunat serta kebajikan sesama insan. Mulakan dengan yang kecil tetapi istiqamah: sedekah harian walaupun seringgit, solat sunat rawatib, dan menjaga lidah.
- Baca Surah Al-Infitar bersama At-Takwir dan Al-Insyiqaq secara berkala untuk menghidupkan gambaran hari Kiamat dalam hati (berdasarkan Hadith Tirmidzi 3333).
- Jadikan ayat 6 sebagai zikir muhasabah: tanyakan diri “apa yang memperdayakan aku terhadap Tuhanku?” setiap kali tergoda melakukan dosa.
- Syukuri nikmat tubuh yang seimbang (ayat 7–8) dengan menjaga kesihatan: tidur cukup, pemakanan sederhana dan senaman — tubuh ini amanah yang akan ditanya (Tirmidzi 2417).
✦ Daily Practical Guidance- 1. Daily self-reckoning before sleep — spend 5 minutes each night reviewing what you "sent ahead and left behind".
- 2. Be aware of the recording angels — before speaking or acting, remember that noble angels are recording.
- 3. Do not be deceived by delayed punishment — when you think "I will repent later", remember the rebuke of verse 6.
- 4. Increase the deeds of the righteous — the abrar (verse 13) fulfil their obligations and add voluntary good.
- Read Al-Infitar together with At-Takwir and Al-Inshiqaq regularly to bring the Last Day to the heart.
- Make verse 6 a reflection: ask yourself, "What has deceived me about my Generous Lord?"
- Be grateful for your balanced body (verses 7–8) by caring for your health: enough sleep, healthy food and exercise.
Penutup & Doa
Conclusion & Supplication
Alhamdulillah, selesai sudah penelitian ringkas terhadap Surah Al-Infitar — surah yang menggegarkan hati dengan gambaran Kiamat, menyentuh jiwa dengan teguran “apakah yang memperdayakanmu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?”, dan menginsafkan kita bahawa setiap detik kehidupan sedang dicatat oleh Kiraman Katibin.
Praise be to Allah, this brief study of Surah Al-Infitar is complete — a surah that reminds us of the cosmic collapse of the Last Day, the generosity of Allah, and the noble angels recording our deeds.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٗ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
“Wahai Tuhan kami! Berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami daripada azab neraka.” — Surah Al-Baqarah 2:201
"Our Lord, give us in this world [that which is] good and in the Hereafter [that which is] good and protect us from the punishment of the Fire." — Al-Baqarah 2:201
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ