Bahagian 1
Section 1
Maklumat Asas
Basic Information
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤
"Sesungguhnya berjayalah orang yang - setelah menerima peringatan itu - berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh)," — Al-A'la 87:14
"He has certainly succeeded who purifies himself" — Al-A'la 87:14
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ١٥
"Dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mangerjakan sembahyang (dengan khusyuk)." — Al-A'la 87:15
"And mentions the name of his Lord and prays." — Al-A'la 87:15
Surah Al-Aʿlāā diturunkan di Makkah pada peringkat awal dakwah Rasulullah ﷺ. Menurut riwayat, setelah ayat pertama diturunkan — "Sabbih isma rabbika al-aʿlāā" — Baginda ﷺ bersabda: "Subhana Rabbiya al-Aʿlāā" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi), dan kemudian menjadikannya bacaan dalam sujud solat. Surah ini adalah antara surah terawal yang dihafal dan diajar oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabat.
Surah Al-A'la was revealed in Makkah early in the Prophet's ﷺ mission. It is narrated that when "Sabbih isma rabbika al-a'la" was revealed, the Prophet ﷺ said "Subhana Rabbiya al-A'la" (Glory be to my Lord, the Most High), which became the glorification of prostration in prayer. It is among the earliest surahs memorised and taught to the Companions.
Nama "Al-Aʿlāā" (Yang Maha Tinggi) diambil dari perkataan pertama surah ini, menjadi peringatan kepada manusia bahawa Allah ﷻ adalah Zat yang paling agung dan tinggi, melampaui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
The name "Al-A'la" (the Most High) is taken from the first verse — a reminder that Allah is the Most Exalted, above everything in the universe.
| Nama Surah (Arab) | سُورَةُ الْأَعْلَىٰ |
| Makna Nama | Yang Maha Tinggi |
| Nombor Surah | 87 |
| Bilangan Ayat | 19 ayat |
| Juzuk | 30 (Juz 'Amma) |
| Tempat Turun | Makkah (Makkiyyah) |
| Kumpulan | Al-Musabbihat (dimulai dengan tasbih) |
| Tema Utama | Tasbih, Ketetapan Ilahi, Penyucian Jiwa, Akhirat |
| Kelebihan | Dibaca dalam solat Jumaat, solat Hari Raya dan solat witir |
| Surah Name (Arabic) | سُورَةُ الْأَعْلَىٰ |
| Meaning | The Most High |
| Surah Number | 87 |
| Total Verses | 19 verses |
| Juz | 30 (Juz 'Amma) |
| Revelation | Makkah (Makkan) |
| Group | Al-Musabbihat (opening with glorification) |
| Main Themes | Glorification, Divine Decree, Purification of the Soul, the Hereafter |
| Virtue | Recited in Jumu'ah, Eid and Witr prayers |
Bahagian 3
Section 3
Tafsir Tematik
Thematic Commentary
3.1 Perintah Tasbih dan Sifat Keagungan Allah (Ayat 1–5)
3.1 The Command to Glorify and Allah's Majestic Attributes (Verses 1–5)
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ١
"Bertasbihlah mensucikan nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi (dari segala sifat-sifat kekurangan), -" — Al-A'la 87:1
"Exalt the name of your Lord, the Most High," — Al-A'la 87:1
الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ٢
"Yang telah menciptakan (sekalian makhlukNya) serta menyempurnakan kejadiannya dengan kelengkapan yang sesuai dengan keadaannya;" — Al-A'la 87:2
"Who created and proportioned" — Al-A'la 87:2
وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ٣
"Dan Yang telah mengatur (keadaan makhluk-makhlukNya) serta memberikan hidayah petunjuk (ke jalan keselamatannya dan kesempurnaannya);" — Al-A'la 87:3
"And who destined and [then] guided" — Al-A'la 87:3
وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَىٰ ٤
"Dan Yang telah mengeluarkan tumbuh-tumbuhan untuk binatang-binatang ternak," — Al-A'la 87:4
"And who brings out the pasture" — Al-A'la 87:4
فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحْوَىٰ ٥
"Kemudian Ia menjadikan (tumbuh-tumbuhan yang menghijau) itu kering - (berubah warnanya) kehitam-hitaman" — Al-A'la 87:5
"And [then] makes it black stubble." — Al-A'la 87:5
Ayat pertama ini mengandungi perintah kepada Rasulullah ﷺ dan seluruh umat Islam untuk menyucikan dan memuliakan nama Allah ﷻ. Kalimah "Sabbih" (سَبِّح) bermakna menyucikan Allah daripada segala sifat yang tidak layak bagi-Nya. Apabila ayat ini diturunkan, Rasulullah ﷺ bersabda: "Subhana Rabbiya al-Aʿlāā" — dan menjadikannya bacaan wajib dalam sujud.
The first verse commands the Prophet ﷺ and all Muslims to glorify the name of their Lord, the Most High — declaring Him free from every imperfection.
- Allah ﷻ memperkenalkan diri-Nya dengan empat sifat agung dalam ayat 1–5:
- ① Al-Khaliq — Yang Mencipta (خَلَقَ): Allah menciptakan segala makhluk dari tiada kepada ada.
- ② Al-Musawwi — Yang Menyempurnakan (فَسَوَّىٰ): Setiap ciptaan Allah dicipta dengan sempurna dan seimbang, tiada kecacatan dalam rancangan-Nya.
- ③ Al-Muqaddir — Yang Menentukan (قَدَّرَ): Allah telah menetapkan kadar dan ukuran setiap sesuatu dengan tepat.
- ④ Al-Hadi — Yang Memberi Petunjuk (هَدَىٰ): Allah memberi petunjuk kepada setiap makhluk menuju kesempurnaan fitrahnya.
- Allah introduces Himself with four majestic attributes in verses 1–5:
- ① Al-Khaliq — the Creator: Allah creates all things from nothing.
- ② Al-Musawwi — the Perfecter: every creation is made in perfect proportion.
- ③ Al-Muqaddir — the Determiner: Allah has set the measure and decree of everything.
- ④ Al-Hadi — the Guide: Allah guides every creature to the fulfilment of its nature.
3.2 Jaminan Hafalan Al-Quran (Ayat 6–8)
3.2 The Promise of Memorising the Qur'an (Verses 6–8)
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ٦
"Kami sentiasa menjadikan engkau (wahai Muhammad) dapat membaca (Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu - dengan perantaraan jibril), sehingga engkau (menghafaznya dan) tidak lupa," — Al-A'la 87:6
"We will make you recite, [O Muhammad], and you will not forget," — Al-A'la 87:6
إِلَّا مَا شَآءَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُۥ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَىٰ ٧
"Kecuali apa yang dikehendaki Allah engkau lupakan; sesungguhnya Ia mengetahui (segala keadaan yang patut berlaku), dan yang tersembunyi." — Al-A'la 87:7
"Except what Allah should will. Indeed, He knows what is declared and what is hidden." — Al-A'la 87:7
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ ٨
"Dan Kami tetap memberi kemudahan kepadamu untuk (melaksanakan segala perkara) Ugama yang mudah diterima oleh akal yang sihat." — Al-A'la 87:8
"And We will ease you toward ease." — Al-A'la 87:8
Dalam kumpulan ayat ini, Allah ﷻ memberikan jaminan dan kemudahan kepada Rasulullah ﷺ dalam menghafal Al-Qur’an. Ini adalah mukjizat yang luar biasa — Allah secara langsung menjamin bahawa Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ tidak akan terlupa.
Allah guarantees the Prophet ﷺ ease in memorising the Qur'an — a remarkable miracle: Allah directly ensures that the revealed Qur'an will be preserved in his heart.
Ayat 8 — "Wa nuyassiruka lil-yusrā" (Dan Kami akan memudahkan bagimu jalan kemudahan) — merupakan janji Allah bahawa segala urusan dakwah dan syariat akan dimudahkan. Ini adalah prinsip utama Islam: "Yassir wa la tuʿassir" — mudahkan, jangan menyusahkan.
Verse 8 — "And We will ease you toward ease" — is Allah's promise that the mission and the Shari'ah will be made easy. This is a core principle of Islam: "make things easy, not difficult".
3.3 Tanggungjawab Dakwah (Ayat 9–13)
3.3 The Duty of Reminding (Verses 9–13)
فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ الذِّكْرَىٰ ٩
"Oleh itu berilah peringatan (kepada umat manusia dengan ajaran Al-Qur’an), kalau-kalau peringatan itu berguna (dan sudah tentu berguna);" — Al-A'la 87:9
"So remind, if the reminder should benefit;" — Al-A'la 87:9
سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَىٰ ١٠
"Kerana orang yang takut (melanggar perintah Allah) akan menerima peringatan itu;" — Al-A'la 87:10
"He who fears [Allah] will be reminded." — Al-A'la 87:10
وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى ١١
"Dan (sebaliknya) orang yang sangat celaka akan menjauhinya," — Al-A'la 87:11
"But the wretched one will avoid it —" — Al-A'la 87:11
الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ ١٢
"Dia lah orang yang akan menderita bakaran neraka yang amat besar (azab seksanya)," — Al-A'la 87:12
"[He] who will [enter and] burn in the greatest Fire," — Al-A'la 87:12
ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ ١٣
"Selain dari itu, ia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup senang." — Al-A'la 87:13
"Neither dying therein nor living." — Al-A'la 87:13
Ayat-ayat ini mengandungi prinsip penting dalam dakwah Islam. Kewajipan menyampaikan kebenaran tetap wajib walaupun tidak semua orang menerimanya. Tanggungjawab para pendakwah adalah menyampaikan — bukan memaksa. Hidayah adalah milik Allah semata-mata.
These verses contain an important principle of da'wah: conveying the truth remains a duty even if not everyone accepts it. The caller's task is to convey, not to compel; guidance belongs to Allah.
3.4 Kunci Kejayaan — Tazkiyatun Nafs (Ayat 14–15)
3.4 The Key to Success — Purifying the Soul (Verses 14–15)
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤
"Sesungguhnya berjayalah orang yang - setelah menerima peringatan itu - berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh)," — Al-A'la 87:14
"He has certainly succeeded who purifies himself" — Al-A'la 87:14
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ١٥
"Dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mangerjakan sembahyang (dengan khusyuk)." — Al-A'la 87:15
"And mentions the name of his Lord and prays." — Al-A'la 87:15
Dua ayat ini adalah antara ayat paling penting dalam Al-Qur’an berkaitan formula kejayaan seorang Muslim. "Tazkā" bermaksud menyucikan diri daripada dosa, sifat mazmumah, dan segala yang kotor — baik dari segi akidah, akhlak, mahupun amalan.
These two verses are among the most important in the Qur'an on the formula for a Muslim's success. "Tazakka" means to purify oneself from sin, blameworthy traits and all that is impure — in belief, character and wealth.
① Tazkiyatun Nafs (Penyucian jiwa) → ② Zikrullah (Mengingati Allah) → ③ Solat (Ibadah praktikal). Inilah sistem pembangunan diri yang holistik dalam Islam.
① Purification of the soul → ② Remembrance of Allah → ③ Prayer. This is Islam's holistic system of self-development.
3.5 Keutamaan Akhirat & Kesinambungan Wahyu (Ayat 16–19)
3.5 The Primacy of the Hereafter & the Continuity of Revelation (Verses 16–19)
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَوٰةَ الدُّنْيَا ١٦
"(Tetapi kebanyakkan kamu tidak melakukan yang demikian), bahkan kamu utamakan kehidupan dunia;" — Al-A'la 87:16
"But you prefer the worldly life," — Al-A'la 87:16
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ ١٧
"Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal." — Al-A'la 87:17
"While the Hereafter is better and more enduring." — Al-A'la 87:17
إِنَّ هَٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْأُولَىٰ ١٨
"Sesungguhnya (keterangan-keterangan yang dinyatakan) ini ada (disebutkan) di dalam Kitab-kitab yang terdahulu, -" — Al-A'la 87:18
"Indeed, this is in the former scriptures," — Al-A'la 87:18
صُحُفِ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ ١٩
"Iaitu Kitab-kitab Nabi Ibrahim dan Nabi Musa." — Al-A'la 87:19
"The scriptures of Abraham and Moses." — Al-A'la 87:19
Ayat 16–17 menggambarkan realiti manusia yang sering terleka dengan keindahan dunia yang fana. "Al-Hayatu al-Dunya" (kehidupan dunia) digambarkan sebagai sesuatu yang sementara, manakala akhirat adalah "khair wa abqa" — lebih baik dan lebih kekal.
Verses 16–17 describe the reality of people absorbed in the fleeting beauty of the world, while the Hereafter is "better and more enduring".
Ayat 18–19 menyatakan bahawa ajaran tauhid, tazkiyah, dan solat ini bukan ajaran baru — ia adalah warisan para Anbiya' sejak zaman Ibrahim dan Musa alayhimassalam. Ini membuktikan bahawa Islam adalah kesinambungan risalah Ilahi yang universal.
Verses 18–19 state that these teachings of tawhid, purification and prayer are not new — they are the heritage of the prophets since Ibrahim and Musa, showing Islam as the continuation of divine revelation.
Bahagian 4
Section 4
I'jaz Ilmi — Sains & Kesihatan
Quran & Science
⚠️ Nota: Surah Al-Aʿlāā mengandungi beberapa isyarat yang menarik untuk direnungkan bersama penemuan sains moden. Tafsir ulama muktabar tetap didahulukan, dan sains digunakan sebagai alat tadabbur:
⚠️ Note: Surah Al-A'la contains several indications that are worth reflecting on alongside modern science. The tafsir of recognised scholars comes first, and science is a tool of reflection.
4.1 Taqdir dan Hukum Alam (Ayat 2–3)
4.1 Divine Decree and the Laws of Nature (Verses 2–3)
الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ ٢
"Yang telah menciptakan (sekalian makhlukNya) serta menyempurnakan kejadiannya dengan kelengkapan yang sesuai dengan keadaannya;" — Al-A'la 87:2
"Who created and proportioned" — Al-A'la 87:2
وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ ٣
"Dan Yang telah mengatur (keadaan makhluk-makhlukNya) serta memberikan hidayah petunjuk (ke jalan keselamatannya dan kesempurnaannya);" — Al-A'la 87:3
"And who destined and [then] guided" — Al-A'la 87:3
Konsep "Taqdir" (qaddara) yang disebut dalam ayat 3 selari dengan penemuan sains moden tentang hukum alam (laws of nature). Para saintis mendapati bahawa setiap fenomena alam — dari gerakan atom hingga pergerakan galaksi — mengikuti undang-undang tertentu yang tepat dan konsisten. Ketepatan konstanta fizik alam semesta ini (seperti pemalar graviti, kelajuan cahaya) menunjukkan rancangan yang sangat halus dan teratur — sesuai dengan konsep Al-Qur’an tentang "taqdir".
The concept of "taqdir" (qaddara) in verse 3 is in harmony with the laws of nature: every phenomenon — from atoms to galaxies — follows precise, consistent laws, and the fine-tuning of physical constants such as gravity and the speed of light reflects a subtle and ordered design.
Ayat 2 menyebut "khalaq fa sawwā" (menciptakan dan menyempurnakan). Sains moden mendapati bahawa sistem biologi mempunyai mekanisme homeostasis — proses penstabilan diri secara automatik. Dari sel tunggal hingga ekosistem — setiap ciptaan Allah mempunyai sistem "penyempurnaan diri" yang luar biasa.
Verse 2 mentions "khalaqa fa sawwa" (created and proportioned). Biological systems have homeostatic mechanisms — automatic self-stabilisation — from single cells to ecosystems.
4.2 Kitaran Tumbuh-tumbuhan (Ayat 4–5)
4.2 The Cycle of Vegetation (Verses 4–5)
وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَىٰ ٤
"Dan Yang telah mengeluarkan tumbuh-tumbuhan untuk binatang-binatang ternak," — Al-A'la 87:4
"And who brings out the pasture" — Al-A'la 87:4
فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحْوَىٰ ٥
"Kemudian Ia menjadikan (tumbuh-tumbuhan yang menghijau) itu kering - (berubah warnanya) kehitam-hitaman" — Al-A'la 87:5
"And [then] makes it black stubble." — Al-A'la 87:5
Ayat 4–5 menyebut tentang tumbuhan yang tumbuh kemudian menjadi "ghuthaʾan ahwā" (kering kehitaman). Gambaran ini selari dengan kitaran semula jadi dalam ekosistem yang dikaji oleh sains moden. Proses ini melibatkan fotosintesis, penyimpanan karbon, dekomposisi, dan pengembalian nutrien ke tanah. Kitaran ini adalah asas kesinambungan kehidupan di bumi.
Verses 4–5 describe vegetation growing and then becoming "ghutha'an ahwa" (dark stubble) — in harmony with the natural cycles studied by ecology: photosynthesis, carbon storage, decomposition and the return of nutrients to the soil.
4.3 Neurosains Hafalan & Memori (Ayat 6)
4.3 The Neuroscience of Memorisation (Verse 6)
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ٦
"Kami sentiasa menjadikan engkau (wahai Muhammad) dapat membaca (Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu - dengan perantaraan jibril), sehingga engkau (menghafaznya dan) tidak lupa," — Al-A'la 87:6
"We will make you recite, [O Muhammad], and you will not forget," — Al-A'la 87:6
Kajian neurosains mendapati otak manusia mempunyai kemampuan neuroplastisiti yang luar biasa — latihan hafalan yang berulang mengukuhkan jaringan saraf yang berkaitan dengan memori, termasuk kawasan hippocampus. Amalan menghafal Al-Qur’an secara konsisten adalah antara latihan memori yang paling tersusun; namun kajian saintifik khusus tentangnya masih terhad dan memerlukan penyelidikan lanjut.
The brain has remarkable neuroplasticity — repeated memorisation strengthens neural networks related to memory, including the hippocampus. Consistent Qur'an memorisation is among the most structured memory training; yet specific scientific studies on it remain limited and need further research.
Jaminan Allah dalam ayat 6 — "Kami akan bacakan dan kamu tidak akan lupa" — adalah mukjizat khusus bagi Rasulullah ﷺ. Dari sudut neurosains, pengulangan bacaan membantu mengukuhkan memori jangka panjang; beberapa kajian kecil turut melaporkan prestasi ingatan yang baik dalam kalangan penghafal Al-Qur’an, namun dapatan ini masih memerlukan kajian yang lebih besar.
The promise in verse 6 is a special miracle for the Prophet ﷺ. From a neuroscience perspective, repeated recitation helps consolidate long-term memory; some small studies report good memory performance among Qur'an memorisers, though larger studies are needed.
4.4 Psikologi Khashyah & Tazkiyah (Ayat 10, 14–15)
4.4 The Psychology of Reverence & Purification (Verses 10, 14–15)
سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَىٰ ١٠
"Kerana orang yang takut (melanggar perintah Allah) akan menerima peringatan itu;" — Al-A'la 87:10
"He who fears [Allah] will be reminded." — Al-A'la 87:10
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤
"Sesungguhnya berjayalah orang yang - setelah menerima peringatan itu - berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh)," — Al-A'la 87:14
"He has certainly succeeded who purifies himself" — Al-A'la 87:14
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ١٥
"Dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mangerjakan sembahyang (dengan khusyuk)." — Al-A'la 87:15
"And mentions the name of his Lord and prays." — Al-A'la 87:15
Kajian psikologi tentang "awe" (rasa kagum bercampur hormat) — antaranya oleh Dacher Keltner di University of California, Berkeley — mendapati perasaan ini dikaitkan dengan tingkah laku prososial (suka membantu) dan kesejahteraan yang lebih baik. Ini boleh direnungkan bersama konsep "khashyah" (takut kepada Allah) dalam Al-Qur’an.
Psychological research on "awe" — including by Dacher Keltner at UC Berkeley — links this feeling to prosocial behaviour and better well-being, which may be reflected upon alongside the Qur'anic concept of khashyah (reverent fear of Allah).
"Tazkiyatun Nafs" (penyucian jiwa) adalah konsep yang sangat relevan dengan psikologi moden. Kajian meta-analisis tentang amalan mindfulness (antaranya Khoury et al., 2013, Clinical Psychology Review) mendapati ia dapat mengurangkan gejala kemurungan dan kebimbangan secara sederhana. Solat — dengan gabungan gerakan fizikal, pernafasan teratur dan tumpuan mental — mempunyai banyak persamaan dengan amalan "mindful movement".
Meta-analyses of mindfulness practice (e.g. Khoury et al., 2013, Clinical Psychology Review) find moderate reductions in depression and anxiety. Prayer — combining movement, regulated breathing and mental focus — has much in common with "mindful movement".
Kajian elektroensefalografi (EEG) — antaranya oleh Doufesh dan rakan-rakan (2012) di Universiti Malaya — melaporkan peningkatan gelombang alfa semasa solat, khususnya ketika sujud, yang dikaitkan dengan keadaan tenang dan rileks.
EEG studies — including by Doufesh and colleagues (2012) at the University of Malaya — report increased alpha waves during prayer, especially in prostration, associated with a calm and relaxed state.
4.5 Psikologi Motivasi & Konsep Akhirat (Ayat 16–17)
4.5 Motivation & the Hereafter (Verses 16–17)
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَوٰةَ الدُّنْيَا ١٦
"(Tetapi kebanyakkan kamu tidak melakukan yang demikian), bahkan kamu utamakan kehidupan dunia;" — Al-A'la 87:16
"But you prefer the worldly life," — Al-A'la 87:16
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ ١٧
"Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal." — Al-A'la 87:17
"While the Hereafter is better and more enduring." — Al-A'la 87:17
Teori "Temporal Discounting" dalam psikologi menerangkan kecenderungan manusia untuk memilih ganjaran segera berbanding ganjaran jangka panjang — fenomena yang disebut dalam ayat 16. Kajian positif psikologi mendapati individu yang mempunyai "future orientation" (orientasi masa depan) yang kuat — analog dengan konsep "akhirah-mindedness" — menunjukkan kebahagiaan subjektif yang lebih tinggi, kawalan diri yang lebih baik, dan pencapaian hidup yang lebih bermakna.
"Temporal discounting" in psychology describes the tendency to prefer immediate rewards over long-term ones — the very tendency mentioned in verse 16. Positive psychology finds that people with a strong "future orientation" show greater life satisfaction and self-control.
Bahagian 5
Section 5
Hadis Berkaitan
Related Hadith
Empat hadis berikut berkaitan dengan Surah Al-A'la — bacaannya dalam solat, tasbih dan doa dalam sujud, kelebihan membaca Al-Quran, dan erti kejayaan sebenar.
The following four hadith relate to Surah Al-A'la — its recitation in prayer, glorification and supplication in prostration, the virtue of reciting the Qur'an, and the meaning of true success.
☾ Hadis 1 — Dibaca dalam Solat Hari Raya dan Jumaat
☾ Hadith 1 — Recited in the Eid and Jumu'ah Prayers
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَاقُ جَمِيعًا عَنْ جَرِيرٍ، - قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، - عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْتَشِرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ، سَالِمٍ مَوْلَى النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِـ { سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} وَ { هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ} قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِي الصَّلاَتَيْنِ .
Daripada an-Nu‘man bin Bashir رضي الله عنه, beliau berkata:
Rasulullah ﷺ membaca dalam solat dua hari raya dan juga dalam solat Jumaat surah:
{سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} (Surah al-A‘lāā), dan
{هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ} (Surah al-Ghashiyah).
Beliau berkata lagi: Jika Hari Raya dan Hari Jumaat berlaku pada hari yang sama, Baginda tetap membaca kedua-dua surah tersebut dalam kedua-dua solat itu.
An-Nu'man ibn Bashir said: The Messenger of Allah ﷺ used to recite in the two Eids and on Friday "Glorify the name of your Lord, the Most High" and "Has there reached you the report of the Overwhelming?" When Eid and Friday fell on the same day, he recited them in both prayers.
Riwayat: Sahih Muslim (878a) — Kitab al-Jumu'ah
Sanad: Yahya bin Yahya, Abu Bakr bin Abi Syaibah & Ishaq → Jarir → Ibrahim bin Muhammad bin al-Muntasyir → his father → Habib bin Salim → An-Nu'man bin Basyir RA
Narrated in: Sahih Muslim (878a) — Book of Friday Prayer
Chain: Yahya bin Yahya, Abu Bakr bin Abi Syaibah & Ishaq → Jarir → Ibrahim bin Muhammad bin al-Muntasyir → his father → Habib bin Salim → An-Nu'man bin Basyir RA
✔ Sahih
☾ Hadis 2 — Doa Rasulullah ﷺ dalam Sujud
☾ Hadith 2 — The Prophet's ﷺ Supplication in Prostration
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الأَنْبَارِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَلَمَسْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ سَاجِدٌ وَقَدَمَاهُ مَنْصُوبَتَانِ وَهُوَ يَقُولُ " أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ " .
Daripada Aisyah رضي الله عنها, beliau berkata:
Pada suatu malam aku kehilangan Rasulullah ﷺ (tidak melihat Baginda di tempat tidur). Lalu aku meraba-raba mencarinya di masjid, dan aku dapati Baginda sedang sujud dengan kedua-dua kakinya ditegakkan. Baginda sedang berdoa:
“Aku berlindung dengan keredaan-Mu daripada kemurkaan-Mu. Aku berlindung dengan kemaafan-Mu daripada hukuman-Mu. Dan aku berlindung dengan-Mu daripada-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”
'Aishah said: One night I missed the Messenger of Allah ﷺ in bed. I searched for him in the mosque and found him in prostration with his feet upright, saying: "I seek refuge in Your pleasure from Your anger, in Your pardon from Your punishment, and in You from You. I cannot enumerate Your praise; You are as You have praised Yourself."
Riwayat: Sunan Abi Dawud (879) — Kitab as-Salah
Sanad: Muhammad bin Sulaiman al-Anbari → 'Abdah → 'Ubaidullah → Muhammad bin Yahya bin Habban → 'Abd ar-Rahman al-A'raj → Abu Hurairah → 'Aisyah RA
Narrated in: Sunan Abi Dawud (879) — Book of Prayer
Chain: Muhammad bin Sulaiman al-Anbari → 'Abdah → 'Ubaidullah → Muhammad bin Yahya bin Habban → 'Abd ar-Rahman al-A'raj → Abu Hurairah → 'Aisyah RA
✔ Sahih (al-Albani)
☾ Hadis 3 — Setiap Huruf Al-Quran Diberi Pahala
☾ Hadith 3 — A Reward for Every Letter of the Qur'an
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى، قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ، يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ " . وَيُرْوَى هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَرَوَاهُ أَبُو الأَحْوَصِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَفَعَهُ بَعْضُهُمْ وَوَقَفَهُ بَعْضُهُمْ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . سَمِعْتُ قُتَيْبَةَ بْنَ سَعِيدٍ يَقُولُ بَلَغَنِي أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ الْقُرَظِيَّ وُلِدَ فِي حَيَاةِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَمُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ يُكْنَى أَبَا حَمْزَةَ .
Daripada Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه, beliau berkata bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesiapa yang membaca satu huruf daripada Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu digandakan dengan sepuluh kali ganda. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”
'Abdullah ibn Mas'ud reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "Whoever reads a letter from the Book of Allah will have a good deed for it, and a good deed is multiplied tenfold. I do not say that Alif-Lam-Mim is a letter; rather Alif is a letter, Lam is a letter and Mim is a letter."
Riwayat: Jami' at-Tirmidhi (2910) — Kitab Fada'il al-Qur'an
Sanad: Muhammad bin Basysyar → Abu Bakr al-Hanafi → Ad-Dahhak bin 'Uthman → Ayyub bin Musa → Muhammad bin Ka'b al-Qurazi → 'Abdullah bin Mas'ud RA
Narrated in: Jami' at-Tirmidhi (2910) — Virtues of the Qur'an
Chain: Muhammad bin Basysyar → Abu Bakr al-Hanafi → Ad-Dahhak bin 'Uthman → Ayyub bin Musa → Muhammad bin Ka'b al-Qurazi → 'Abdullah bin Mas'ud RA
✔ Hasan Sahih Gharib menurut at-Tirmizi; Hasan menurut Darussalam
☾ Hadis 4 — Erti Kejayaan Sebenar (Ayat 14)
☾ Hadith 4 — The Meaning of True Success (Verse 14)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي، أَيُّوبَ حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ، - وَهُوَ ابْنُ شَرِيكٍ - عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ " .
Daripada Abdullah bin ‘Amr bin al-‘As رضي الله عنهما, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya berjayalah orang yang masuk Islam, diberikan rezeki yang mencukupi (sekadar keperluannya), dan Allah menjadikannya merasa cukup (qana‘ah) dengan apa yang dikurniakan kepadanya.”
'Abdullah ibn 'Amr reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "He has succeeded who has accepted Islam, has been given sufficient provision, and whom Allah has made content with what He has given him."
Riwayat: Sahih Muslim (1054) — Kitab az-Zakat
Sanad: Abu Bakr bin Abi Syaibah → Abu 'Abd ar-Rahman al-Muqri' → Sa'id bin Abi Ayyub → Syurahbil bin Syarik → Abu 'Abd ar-Rahman al-Hubuli → 'Abdullah bin 'Amr RA
Narrated in: Sahih Muslim (1054) — Book of Zakat
Chain: Abu Bakr bin Abi Syaibah → Abu 'Abd ar-Rahman al-Muqri' → Sa'id bin Abi Ayyub → Syurahbil bin Syarik → Abu 'Abd ar-Rahman al-Hubuli → 'Abdullah bin 'Amr RA
✔ Sahih
Bahagian 6
Section 6
Pengajaran, Panduan Amali & Doa
Lessons, Practical Guidance & Supplication
6.1 Pengajaran & Iktibar
6.1 Lessons
✦ Pengajaran Utama- ① Keutamaan Tasbih & Penyucian Nama Allah — Amalan "Subhana Rabbiya al-Aʿlāā" dalam sujud bukan sekadar ritual — ia adalah peneguhan jiwa bahawa Allah Maha Tinggi melampaui segala kelemahan dan kekurangan. Seorang Muslim yang kerap bertasbih akan terhindar daripada sifat takabbur (sombong) kerana sentiasa sedar betapa kecilnya dirinya berbanding Kebesaran Allah.
- ② Prinsip Kemudahan dalam Islam — Janji Allah dalam ayat 8 — "Kami akan memudahkan bagimu jalan kemudahan" — adalah asas falsafah syariat Islam. Prinsip "yusru" (kemudahan) menentang segala bentuk ghuluw (melampau) dalam agama. Para ustaz, ibu bapa, dan pendidik Islam harus sentiasa menerapkan prinsip kemudahan dalam mendidik generasi muda.
- ③ Etika Dakwah yang Bijaksana — Ayat 9–10 mengajar etika dakwah yang matang: berikan peringatan apabila ia memberi manfaat, dan terima hakikat bahawa tidak semua orang akan menerima kebenaran. Dakwah yang berkesan memerlukan kebijaksanaan, sabar, dan tawakal — bukan paksaan atau kekerasan.
- ⑤ Perspektif Akhirat sebagai Kompas Hidup — Ayat 16–17 mengingatkan manusia tentang bahaya "dunia-centrism" — terlalu mementingkan keduniaan. Perspektif akhirat (ukhrawi worldview) mengajar kita untuk menilai setiap keputusan hidup berdasarkan manfaat jangka panjang — bukan sekadar kepuasan segera.
- ⑥ Kesinambungan Risalah Ilahi — Ayat 18–19 menegaskan bahawa ajaran tauhid dan penyucian jiwa adalah warisan semua nabi dan rasul. Ini mengajar kita untuk menghormati seluruh nabi utusan Allah dan memahami Islam sebagai agama yang universal dan merentasi zaman.
✦ Key Lessons- The virtue of glorification — "Subhana Rabbiya al-A'la" in prostration is not mere ritual but an affirmation that Allah is above all imperfection.
- The principle of ease in Islam — the promise of verse 8 underlies the philosophy of the Shari'ah and opposes all extremism.
- Wise ethics of da'wah — verses 9–10 teach mature da'wah: remind when it benefits, and accept that not all will accept.
- The Hereafter as life's compass — verses 16–17 warn against being absorbed in worldly life; judge decisions by their long-term benefit.
- The continuity of revelation — verses 18–19 show that tawhid and purification are the heritage of all prophets.
6.2 Panduan Amali Harian
6.2 Daily Practical Guidance
- ① SOLAT — Hayati bacaan "Subhana Rabbiya al-Aʿlāā" dalam sujud. Fahami maknanya: saya mengakui kebesaran Allah dan kerendahan diri saya.
- ② TAZKIYAH — Luangkan 10 minit sebelum tidur untuk muhasabah diri: apakah sifat mazmumah yang perlu diperbaiki hari ini?
- ③ ZIKIR — Amalkan "Subhana Rabbiyal-Aʿlāā" sebagai zikir pagi dan petang, minimum 33 kali selepas solat subuh.
- ④ HAFALAN — Cuba hafal Surah Al-Aʿlāā (hanya 19 ayat) dan ajarkan kepada anak-anak. Ini adalah pelaburan terbaik untuk akhirat.
- ⑤ PERSPEKTIF AKHIRAT — Sebelum membuat sebarang keputusan penting, tanya diri: "Adakah ini baik untuk akhirat saya?"
- ⑥ DAKWAH — Kongsi ilmu yang anda pelajari daripada eBook ini kepada sekurang-kurangnya satu orang — itu sudah menjadi amal jariah anda.
- ① Prayer — reflect on "Subhana Rabbiya al-A'la" in prostration.
- ② Purification — spend 10 minutes before sleep in self-reflection on blameworthy traits to correct.
- ③ Remembrance — make "Subhana Rabbiya al-A'la" part of your morning and evening dhikr.
- ④ Memorisation — memorise Surah Al-A'la (only 19 verses) and teach it to your children.
- ⑤ The Hereafter perspective — before important decisions ask: "Will this benefit my Hereafter?"
- ⑥ Da'wah — share what you learn from this eBook with at least one person.
6.3 Doa-doa Berkaitan
6.3 Related Supplications
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
"Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaan kepadanya, dan sucikanlah ia. Engkaulah sebaik-baik Yang menyucikannya. Engkaulah Penjaga dan Pelindungnya." — Sahih Muslim, Hadith 2722 — Doa Rasulullah ﷺ
"O Allah, grant my soul its piety and purify it, for You are the best to purify it; You are its Guardian and Protector." — Sahih Muslim 2722
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ سَهْلًا إِذَا شِئْتَ
"Ya Allah, tiada yang mudah kecuali apa yang Engkau mudahkan. Dan Engkau menjadikan yang sukar itu mudah apabila Engkau kehendaki." — Riwayat Ibn Hibban — Sahih
"O Allah, nothing is easy except what You make easy, and You make the difficult easy if You will." — Ibn Hibban (Sahih)
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى