Bahagian 1
Section 1
Pengenalan Surah
Introduction
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ ٤
"Dan sesungguhnya kesudahan keadaanmu adalah lebih baik bagimu daripada permulaannya" — Ad-Dhuha 93:4
"And the Hereafter is better for you than the first (life)." — Ad-Dhuha 93:4
Surah Ad-Dhuha ialah surah ke-93 dalam Al-Quran, mengandungi 11 ayat dan terletak di dalam Juzuk 30 (Juz ‘Amma). Ia tergolong dalam surah Makkiyyah. Perkataan “Ad-Dhuha” bermaksud waktu pagi ketika matahari mula naik tinggi dan cahayanya memancar dengan terang — satu waktu yang melambangkan harapan, kehangatan dan permulaan baharu.
Surah Ad-Duha is the 93rd surah of the Qur'an, with 11 verses, in Juz 30 (Juz 'Amma). It is a Makkan surah. "Ad-Duha" means the morning hours when the sun has risen high and its light shines brightly — a time symbolising hope, warmth and new beginnings.
Para ahli tafsir menyatakan bahawa surah ini diturunkan ketika wahyu terhenti seketika (fatrah al-wahy). Pada waktu itu sebahagian orang musyrik mengejek Nabi Muhammad ﷺ dengan mendakwa bahawa Tuhannya telah meninggalkan dan membencinya. Lalu Allah menurunkan surah ini sebagai jawapan, penghibur dan jaminan kasih sayang-Nya yang tidak pernah putus kepada Baginda.
Exegetes state that this surah was revealed during a pause in revelation (fatrat al-wahy), when some polytheists mocked the Prophet ﷺ, claiming his Lord had abandoned and disliked him. Allah revealed this surah as a reply, a comfort, and an assurance of His unbroken love for him.
Inti Pati Surah
Key Messages
- ① Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
- ② Kesudahan (akhirat) sentiasa lebih baik daripada permulaan.
- ③ Kesyukuran atas nikmat dizahirkan melalui kebaikan kepada anak yatim, orang yang meminta bantuan, serta menyebarkan nikmat Allah.
- ① Allah never forsakes His servant.
- ② The end (the Hereafter) is always better than the beginning.
- ③ Gratitude for blessings is shown through kindness to orphans and those who ask, and by proclaiming Allah's favours.
| Nama Surah (Arab) | سُورَةُ الضُّحَىٰ |
| Makna Nama | Waktu Dhuha (cahaya pagi) |
| Nombor Surah | 93 |
| Bilangan Ayat | 11 ayat |
| Juzuk | 30 (Juz 'Amma) |
| Jenis Wahyu | Makkiyyah (diturunkan di Makkah) |
| Surah Sebelum / Selepas | Al-Lail (92) / Asy-Syarh (94) |
| Surah Name (Arabic) | سُورَةُ الضُّحَىٰ |
| Meaning | The Morning Brightness |
| Surah Number | 93 |
| Total Verses | 11 verses |
| Juz | 30 (Juz 'Amma) |
| Revelation | Makkan (revealed in Makkah) |
| Previous / Next Surah | Al-Lail (92) / Ash-Sharh (94) |
Bahagian 2
Section 2
Teks Penuh & Terjemahan
Full Text & Translation
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Ayat 1
Verse 1
وَالضُّحَىٰ ١
"Demi waktu dhuha"
"By the morning brightness,"
Ayat 2
Verse 2
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ٢
"Dan malam apabila ia sunyi sepi"
"and by the night when it grows still,"
Ayat 3
Verse 3
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ٣
"(Bahawa) Tuhanmu (wahai Muhammad) tidak meninggalkanmu, dan Ia tidak benci (kepadamu, sebagaimana yang dituduh oleh kaum musyrik)"
"your Lord has not forsaken you, nor is He displeased."
Ayat 4
Verse 4
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ ٤
"Dan sesungguhnya kesudahan keadaanmu adalah lebih baik bagimu daripada permulaannya"
"And the Hereafter is better for you than the first (life)."
Ayat 5
Verse 5
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ ٥
"Dan sesungguhnya Tuhanmu akan memberikanmu (kejayaan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat) sehingga engkau reda - berpuas hati"
"And your Lord will give you, and you will be well pleased."
Ayat 6
Verse 6
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ ٦
"Bukankah Ia mendapati engkau yatim piatu, lalu Ia memberikan perlindungan?"
"Did He not find you an orphan and give you shelter?"
Ayat 7
Verse 7
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ ٧
"Dan didapati-Nya engkau mencari-cari (jalan yang benar), lalu Ia memberikan hidayah petunjuk (dengan wahyu - Al-Quran)?"
"And He found you searching and guided you,"
Ayat 8
Verse 8
وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ ٨
"Dan didapati-Nya engkau miskin, lalu Ia memberikan kekayaan (yang mencukupi)?"
"and He found you in need and made you self-sufficient."
Ayat 9
Verse 9
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ٩
"Oleh itu, adapun anak yatim maka janganlah engkau berlaku kasar terhadapnya"
"So as for the orphan, do not oppress him,"
Ayat 10
Verse 10
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠
"Dan adapun orang yang meminta (bantuan) maka janganlah engkau tengking herdik"
"and as for the one who asks, do not repel him,"
Ayat 11
Verse 11
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ١١
"Adapun nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau sebut-sebutkan (dan zahirkan) sebagai bersyukur kepadaNya"
"and as for the favour of your Lord, proclaim it."
📝 Nota: Terjemahan Bahasa Melayu: Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (Abdullah Muhammad Basmeih), JAKIM. Terjemahan Inggeris ialah terjemahan ringkas maksud ayat.
📝 Note: The Malay translation follows Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (Abdullah Muhammad Basmeih), JAKIM. The English is a concise rendering of the meaning.
Bahagian 3
Section 3
Tafsir Ringkas
Brief Commentary
3.1 Sumpah dengan Dhuha dan Malam (Ayat 1–2)
3.1 The Oath by Morning and Night (Verses 1–2)
وَالضُّحَىٰ ١
"Demi waktu dhuha" — Ad-Dhuha 93:1
"By the morning brightness," — Ad-Dhuha 93:1
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ٢
"Dan malam apabila ia sunyi sepi" — Ad-Dhuha 93:2
"and by the night when it grows still," — Ad-Dhuha 93:2
Allah bersumpah dengan dua waktu yang bertentangan: cahaya pagi (dhuha) yang melambangkan terang dan harapan, serta malam yang sunyi sepi yang melambangkan ketenangan. Pasangan siang dan malam ini mengisyaratkan bahawa setiap kegelapan pasti diiringi cahaya — setiap kesusahan ada kelapangannya.
Allah swears by two opposite times: the morning light, symbolising brightness and hope, and the still night, symbolising calm. This pairing hints that every darkness is followed by light — every hardship has its relief.
3.2 Allah Tidak Meninggalkanmu (Ayat 3)
3.2 Your Lord Has Not Forsaken You (Verse 3)
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ٣
"(Bahawa) Tuhanmu (wahai Muhammad) tidak meninggalkanmu, dan Ia tidak benci (kepadamu, sebagaimana yang dituduh oleh kaum musyrik)" — Ad-Dhuha 93:3
"your Lord has not forsaken you, nor is He displeased." — Ad-Dhuha 93:3
Inilah inti penghibur dalam surah ini: Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak membencimu. Terhentinya wahyu sementara bukanlah tanda kemurkaan, sebaliknya satu hikmah yang Allah aturkan. Ayat ini menjadi pegangan bagi setiap mukmin yang merasa keseorangan atau diuji — Allah sentiasa dekat.
This is the heart of the surah's comfort: your Lord has neither forsaken nor disliked you. The pause in revelation was not a sign of anger but a wisdom Allah arranged. The verse is an anchor for every believer who feels alone or tested — Allah is always near.
3.3 Akhirat Lebih Baik & Janji Keredhaan (Ayat 4–5)
3.3 The Hereafter Is Better & the Promise of Contentment (Verses 4–5)
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ ٤
"Dan sesungguhnya kesudahan keadaanmu adalah lebih baik bagimu daripada permulaannya" — Ad-Dhuha 93:4
"And the Hereafter is better for you than the first (life)." — Ad-Dhuha 93:4
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ ٥
"Dan sesungguhnya Tuhanmu akan memberikanmu (kejayaan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat) sehingga engkau reda - berpuas hati" — Ad-Dhuha 93:5
"And your Lord will give you, and you will be well pleased." — Ad-Dhuha 93:5
Allah menjanjikan bahawa kesudahan urusan (akhirat) lebih baik daripada permulaan (dunia), dan Dia akan terus memberi kurnia sehingga hamba-Nya berpuas hati. Ini menanam optimisme: kebaikan terbaik masih di hadapan, bukan di belakang.
Allah promises that the end (the Hereafter) is better than the beginning (this world), and that He will keep giving until His servant is content. This instils optimism: the best is still ahead, not behind.
3.4 Tiga Nikmat yang Diingatkan (Ayat 6–8)
3.4 Three Favours Recalled (Verses 6–8)
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ ٦
"Bukankah Ia mendapati engkau yatim piatu, lalu Ia memberikan perlindungan?" — Ad-Dhuha 93:6
"Did He not find you an orphan and give you shelter?" — Ad-Dhuha 93:6
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ ٧
"Dan didapati-Nya engkau mencari-cari (jalan yang benar), lalu Ia memberikan hidayah petunjuk (dengan wahyu - Al-Quran)?" — Ad-Dhuha 93:7
"And He found you searching and guided you," — Ad-Dhuha 93:7
وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ ٨
"Dan didapati-Nya engkau miskin, lalu Ia memberikan kekayaan (yang mencukupi)?" — Ad-Dhuha 93:8
"and He found you in need and made you self-sufficient." — Ad-Dhuha 93:8
Allah mengingatkan tiga nikmat besar kepada Nabi ﷺ: ketika yatim diberi perlindungan; ketika mencari kebenaran diberi hidayah; dan ketika susah diberi kecukupan. Mengenang nikmat lampau menguatkan keyakinan terhadap pertolongan akan datang.
Allah reminds the Prophet ﷺ of three great favours: shelter when orphaned, guidance when searching, and sufficiency when in need. Remembering past favours strengthens confidence in help to come.
3.5 Tiga Arahan Kesyukuran (Ayat 9–11)
3.5 Three Commands of Gratitude (Verses 9–11)
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ٩
"Oleh itu, adapun anak yatim maka janganlah engkau berlaku kasar terhadapnya" — Ad-Dhuha 93:9
"So as for the orphan, do not oppress him," — Ad-Dhuha 93:9
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠
"Dan adapun orang yang meminta (bantuan) maka janganlah engkau tengking herdik" — Ad-Dhuha 93:10
"and as for the one who asks, do not repel him," — Ad-Dhuha 93:10
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ١١
"Adapun nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau sebut-sebutkan (dan zahirkan) sebagai bersyukur kepadaNya" — Ad-Dhuha 93:11
"and as for the favour of your Lord, proclaim it." — Ad-Dhuha 93:11
Sebagai balasan terhadap nikmat tadi, Allah memberi tiga arahan: jangan berlaku kasar terhadap anak yatim, jangan menghardik orang yang meminta bantuan, dan hendaklah menyebarkan (menceritakan) nikmat Allah sebagai tanda syukur. Kesyukuran sejati dizahirkan melalui amal kebajikan kepada yang memerlukan.
In return for those favours, Allah gives three commands: do not be harsh with the orphan, do not repel the one who asks, and proclaim Allah's blessings in gratitude. True gratitude is shown through kindness to those in need.
Bahagian 4
Section 4
I'jaz Ilmi — Sains & Kesihatan
Quran & Science
Sumpah Allah dengan “waktu dhuha” dan “malam apabila sunyi sepi” bukan sekadar lambang puitis. Sains moden menunjukkan betapa pentingnya kitaran cahaya pagi dan kegelapan malam terhadap kesihatan fizikal dan mental manusia.
Allah's oath by "the morning brightness" and "the still night" is more than poetic symbolism. Modern science shows how important the cycle of morning light and night darkness is for physical and mental health.
4.1 Cahaya Pagi & Jam Biologi Tubuh
4.1 Morning Light & the Body Clock
وَالضُّحَىٰ ١
"Demi waktu dhuha" — Ad-Dhuha 93:1
"By the morning brightness," — Ad-Dhuha 93:1
Tubuh manusia memiliki ‘jam biologi’ yang dikawal oleh kumpulan sel di otak (nukleus suprakiasmatik). Pendedahan kepada cahaya pagi yang terang membantu menyelaraskan jam ini, menetapkan waktu tidur dan jaga yang sihat.
The body has a "biological clock" controlled by a group of brain cells (the suprachiasmatic nucleus). Exposure to bright morning light helps synchronise this clock, setting healthy sleep and wake times.
☀ Fakta Sains: Cahaya matahari pagi menekan hormon melatonin (hormon tidur) dan merangsang kortisol secara semula jadi, menjadikan badan lebih cergas dan fokus pada siang hari.
Pendedahan cahaya pagi yang konsisten dikaitkan dengan kualiti tidur malam yang lebih baik kerana ia membantu menetapkan irama tidur-jaga tubuh.
☀ Science: Morning sunlight suppresses melatonin (the sleep hormone) and naturally stimulates cortisol, making the body more alert and focused during the day.
Consistent morning light exposure is linked with better night-time sleep because it helps set the body's sleep–wake rhythm.
4.2 Cahaya Matahari, Vitamin D & Mood
4.2 Sunlight, Vitamin D & Mood
Cahaya matahari membantu kulit menghasilkan vitamin D yang penting untuk tulang, otot dan sistem imun. Selain itu, pendedahan cahaya semula jadi dikaitkan dengan peningkatan serotonin — sejenis bahan kimia otak yang menyumbang kepada perasaan tenang dan gembira.
Sunlight helps the skin produce vitamin D, important for bones, muscles and immunity. Natural light exposure is also linked with higher serotonin — a brain chemical that contributes to calm and happiness.
🌤 Fakta Sains: Terapi cahaya (light therapy) digunakan secara klinikal untuk membantu mereka yang mengalami kemurungan bermusim (Seasonal Affective Disorder), menggambarkan kuasa cahaya dalam mengangkat suasana hati.
Tema surah ini — penghiburan selepas kesedihan — selari dengan hakikat bahawa ‘cahaya’ (harapan) datang menggantikan ‘kegelapan’ (keresahan).
🌤 Science: Light therapy is used clinically to help people with Seasonal Affective Disorder, showing the power of light to lift mood.
The surah's theme — comfort after sadness — mirrors the reality that "light" (hope) replaces "darkness" (anxiety).
4.3 Malam yang Sunyi & Pemulihan Tubuh
4.3 The Still Night & Bodily Recovery
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ ٢
"Dan malam apabila ia sunyi sepi" — Ad-Dhuha 93:2
"and by the night when it grows still," — Ad-Dhuha 93:2
Ayat ini mengisyaratkan fungsi penting kegelapan. Apabila gelap, tubuh merembeskan melatonin yang menggalakkan tidur. Tidur malam yang berkualiti membolehkan otak membersihkan bahan buangan, mengukuhkan ingatan dan memulihkan tenaga.
This verse hints at the vital role of darkness. In the dark, the body releases melatonin, promoting sleep. Quality night sleep lets the brain clear waste, consolidate memory and restore energy.
4.4 Memberi & Kesihatan — Hikmah Ayat 9–11
4.4 Giving & Health — The Wisdom of Verses 9–11
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ٩
"Oleh itu, adapun anak yatim maka janganlah engkau berlaku kasar terhadapnya" — Ad-Dhuha 93:9
"So as for the orphan, do not oppress him," — Ad-Dhuha 93:9
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠
"Dan adapun orang yang meminta (bantuan) maka janganlah engkau tengking herdik" — Ad-Dhuha 93:10
"and as for the one who asks, do not repel him," — Ad-Dhuha 93:10
Arahan supaya berbuat baik kepada anak yatim dan orang yang meminta bantuan turut membawa hikmah kesihatan. Kajian psikologi mendapati bahawa perbuatan memberi dan membantu orang lain dikaitkan dengan tekanan yang lebih rendah dan rasa kepuasan hidup yang lebih tinggi.
The command to be kind to orphans and those who ask also carries a health benefit. Psychological research finds that giving and helping others is associated with lower stress and greater life satisfaction.
🤲 Fakta Sains: Perbuatan menderma dan menolong orang lain dikaitkan dengan pengurangan tekanan dan peningkatan perasaan positif — kadangkala disebut sebagai ‘keseronokan penolong’ (helper’s high).
Maka, menyebarkan nikmat (ayat 11) dan membantu yang memerlukan bukan sahaja ibadah, malah memberi manfaat kepada kesejahteraan diri sendiri.
🤲 Science: Donating and helping others is associated with reduced stress and more positive feelings — sometimes called the "helper's high".
So proclaiming blessings (verse 11) and helping the needy are not only worship but also benefit one's own well-being.
📝 Nota: Maklumat sains disampaikan secara umum untuk tujuan pendidikan, bukan sebagai nasihat perubatan peribadi.
📝 Note: Scientific information is presented generally for education, not as personal medical advice.
Bahagian 5
Section 5
Hadis Berkaitan
Related Hadith
Tema utama Surah Ad-Dhuha — menjaga anak yatim, kesyukuran, keberkatan waktu pagi dan sedekah — diperkukuh oleh hadis-hadis sahih berikut.
The main themes of Surah Ad-Duha — caring for orphans, gratitude, the blessing of the morning and charity — are reinforced by the following authentic hadith.
☾ Hadis 1 — Penjaga Anak Yatim di Syurga (Ayat 9)
☾ Hadith 1 — The Guardian of the Orphan in Paradise (Verse 9)
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ سَهْلٍ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ". وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.
Daripada Sahl bin Sa'd رضي الله عنه, beliau berkata bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku dan orang yang memelihara (menanggung) anak yatim akan berada di syurga seperti ini.”
Baginda memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, serta merenggangkan sedikit antara kedua-duanya.
Sahl bin Sa'd reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "I and the one who looks after an orphan will be in Paradise like this" — and he gestured with his index and middle fingers, slightly apart.
Riwayat: Sahih al-Bukhari (5304) — Kitab at-Talaq
Sanad: 'Amr bin Zurarah → 'Abdul 'Aziz bin Abi Hazim → bapanya (Abu Hazim) → Sahl bin Sa'd RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (5304) — Book of Divorce
Chain: 'Amr bin Zurarah → 'Abdul 'Aziz bin Abi Hazim → his father (Abu Hazim) → Sahl bin Sa'd RA
✔ Sahih
☾ Hadis 2 — Bersyukur kepada Manusia & Allah (Ayat 11)
☾ Hadith 2 — Thanking People & Allah (Verse 11)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ لاَ يَشْكُرِ النَّاسَ لاَ يَشْكُرِ اللَّهَ " . قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, beliau berkata bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah.”
Imam at-Tirmizi berkata: Hadis ini hasan sahih.
Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "Whoever does not thank people does not thank Allah." At-Tirmidhi said: this hadith is hasan sahih.
Riwayat: Jami' at-Tirmizi (1954) — Kitab al-Birr wa as-Silah; juga Abu Dawud (4811)
Sanad: Ahmad bin Muhammad → 'Abdullah bin al-Mubarak → Ar-Rabi' bin Muslim → Muhammad bin Ziyad → Abu Hurairah RA
Narrated in: Jami' at-Tirmidhi (1954) — Book of Righteousness and Kinship; also Abu Dawud (4811)
Chain: Ahmad bin Muhammad → 'Abdullah bin al-Mubarak → Ar-Rabi' bin Muslim → Muhammad bin Ziyad → Abu Hurairah RA
✔ Hasan Sahih
☾ Hadis 3 — Keberkatan Pagi & Solat Dhuha (Ayat 1)
☾ Hadith 3 — Morning Blessings & the Duha Prayer (Verse 1)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ، حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ، - وَهُوَ ابْنُ مَيْمُونٍ - حَدَّثَنَا وَاصِلٌ، مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ، عَنْ أَبِي الأَسْوَدِ الدُّؤَلِيِّ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ " يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى " .
Daripada Abu Dzar رضي الله عنه, bahawa Nabi ﷺ bersabda:
“Pada setiap pagi, setiap sendi (tulang) salah seorang daripada kamu wajib bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada makruf adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah.
Dan memadai bagi semua itu dengan dua rakaat yang dilakukan pada waktu dhuha.”
Abu Dharr reported that the Prophet ﷺ said: "Every morning, charity is due on every joint of each of you. Every tasbih is charity, every tahmid is charity, every tahlil is charity, every takbir is charity, enjoining good is charity and forbidding evil is charity — and two rak'ahs prayed in the forenoon (duha) suffice for all of that."
Riwayat: Sahih Muslim (720) — Kitab Solat al-Musafirin
Sanad: 'Abdullah bin Muhammad bin Asma' adh-Dhuba'i → Mahdi bin Maimun → Wasil (maula Abi 'Uyainah) → Yahya bin 'Uqail → Yahya bin Ya'mar → Abu al-Aswad ad-Du'ali → Abu Dzar RA
Narrated in: Sahih Muslim (720) — Book of the Prayer of Travellers
Chain: 'Abdullah bin Muhammad bin Asma' adh-Dhuba'i → Mahdi bin Maimun → Wasil (maula Abi 'Uyainah) → Yahya bin 'Uqail → Yahya bin Ya'mar → Abu al-Aswad ad-Du'ali → Abu Dzar RA
✔ Sahih
☾ Hadis 4 — Walau Separuh Biji Kurma (Ayat 10)
☾ Hadith 4 — Even Half a Date (Verse 10)
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَعْقِلٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَدِيَّ بْنَ حَاتِمٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ".
Daripada ‘Adi bin Hatim رضي الله عنه, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Peliharalah diri kamu daripada api neraka, walaupun dengan (bersedekah) separuh biji kurma.”
'Adi bin Hatim said: I heard the Messenger of Allah ﷺ say: "Protect yourselves from the Fire, even with half a date (given in charity)."
Riwayat: Sahih al-Bukhari (1417) — Kitab az-Zakah
Sanad: Sulaiman bin Harb → Syu'bah → Abu Ishaq → 'Abdullah bin Ma'qil → 'Adi bin Hatim RA
Narrated in: Sahih al-Bukhari (1417) — Book of Zakah
Chain: Sulaiman bin Harb → Syu'bah → Abu Ishaq → 'Abdullah bin Ma'qil → 'Adi bin Hatim RA
✔ Sahih
☾ Hadis 5 — Sedekah Tidak Mengurangkan Harta
☾ Hadith 5 — Charity Does Not Decrease Wealth
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ - عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ " مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ "
Daripada Abu Hurairah رضي الله عنه, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah tidak akan mengurangkan harta. Allah tidak menambahkan kepada seorang hamba kerana sikap memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang merendahkan diri kerana Allah melainkan Allah akan mengangkat darjatnya.”
Abu Hurairah reported that the Messenger of Allah ﷺ said: "Charity does not decrease wealth. Allah increases a servant who pardons only in honour, and no one humbles himself for Allah except that Allah raises him."
Riwayat: Sahih Muslim (2588) — Kitab al-Birr wa as-Silah
Sanad: Yahya bin Ayyub, Qutaibah & Ibn Hujr → Isma'il bin Ja'far → Al-'Ala' → bapanya → Abu Hurairah RA
Narrated in: Sahih Muslim (2588) — Book of Virtue and Good Manners
Chain: Yahya bin Ayyub, Qutaibah & Ibn Hujr → Isma'il bin Ja'far → Al-'Ala' → his father → Abu Hurairah RA
✔ Sahih
Bahagian 6
Section 6
Panduan Amali Harian & Doa
Daily Practice & Supplication
Surah Ad-Dhuha mengajar kita beberapa amalan yang boleh diterapkan dalam kehidupan harian:
Surah Ad-Duha teaches several practices for daily life:
Amalan Harian
Daily Practices
- ① Manfaatkan waktu pagi — mulakan hari dengan zikir, doa dan jika mampu, dirikan solat sunat Dhuha.
- ② Jangan berputus asa daripada rahmat Allah — ingatlah bahawa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
- ③ Berbuat baik kepada anak yatim — santuni, lindungi dan jangan sesekali berlaku kasar terhadap mereka.
- ④ Layani orang yang meminta bantuan dengan lembut — jika tidak mampu memberi, tolaklah dengan kata-kata yang baik.
- ⑤ Zahirkan kesyukuran — ceritakan dan kongsikan nikmat Allah, termasuk dengan menyebarkan ilmu dan kebaikan kepada orang lain.
- ① Make use of the morning — begin the day with remembrance and supplication, and pray the Duha prayer if able.
- ② Never despair of Allah's mercy — remember that Allah never forsakes His servant.
- ③ Be good to orphans — care for and protect them, and never be harsh with them.
- ④ Treat those who ask for help gently — if you cannot give, decline with kind words.
- ⑤ Show gratitude — speak of and share Allah's blessings, including by spreading knowledge and good.
Penutup & Doa
Closing & Supplication
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ١٢٧
"Wahai Tuhan kami! Terimalah daripada kami (amal kami); sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui." — Al-Baqarah 2:127 (sebahagian ayat)
"Our Lord, accept (this) from us; indeed You are the All-Hearing, the All-Knowing." — Al-Baqarah 2:127 (part of the verse)